Penjualan Galaxy A Meningkat, Namun Pendapatan Samsung Malah Turun di Kuartal II
Samsung melaporkan pendapatan total 56,13 triliun won (Rp 665,3 triliun) dan pendapatan operasional 6,6 triliun won (Rp 78,2 triliun).
TRIBUNKALTIM.CO-Ponsel Galaxy A masih menjadi andalan bagi penjualan bisnis ponsel Samsung pada kuartal II 2019. Bahkan Galaxy A ini mampu mendongkrak peningatan penjualan ponsel perusahaan asal Korea Selatan ini.
Meski terjadi peningkatan penjualan ponsel, namun ternyata pendapatan perusahaan ini para kuartal II 2019 malah mengalami penurunan.
Samsung melaporkan pendapatan total 56,13 triliun won (Rp 665,3 triliun) dan pendapatan operasional 6,6 triliun won (Rp 78,2 triliun).
Pendapatan operasional itu naik dari kuartal I-2019 yang mencapai 6,2 triliun won (Rp 73,5 triliun). Secara umum, total pendapat Samsung menurun dari periode yang sama tahun lalu, yang mencapi 58,48 triliun won (Rp 693,4 triliun), akibat penurunan harga chip memori di pasar.
Sementara itu, bisnis ponsel Samsung dilaporkan meningkat. IT & Mobile Communications Division menyumbang 25,86 triliun won (Rp 306,3 triliun) terhadap total pendapatan dan 1,56 triliun won (Rp 18,5 triliun) untuk pendapatan operasional kuartal II-2019.
Samsung mengklaim pejualan ponsel tumbuh signifikan secara QoQ. Deretan Galaxy A yang dikeluarkan secara jor-joran tahun ini diklaim berhasil mendongkrak penjualan ponsel Samsung.
Samsung menyematkan beberapa inovasi di model Galaxy A. Sebut saja salah satunya di model Galaxy A80 yang menggunakan teknologi pop-up rotating camera.
Galaxy A menyasar hampir ke semua segmen mulai dari harga Rp 1 jutaan seperti Galaxy A2 Core hingga Rp 9 jutaan seperti Galaxy A80. Di sisi lain, penjualan flagship justru mengalami penurunan secara QoQ.
Hal ini membuat permintaan flagship Galaxy S10 series stagnan. Namun, bukan cuma Samsung yang mengalami hal ini. Apple juga disebut mengalami penurunan penjualan untuk iPhone X series baru yang dirilis tahun lalu.
Meski penjualan tercatat tumbuh, tapi laba dari bisnis mobile menurun. Penurunan ini dipengaruhi oleh biaya yang berkaitan dengan ponsel level mid-to-low dan penyesuaian inventaris dari model lama.
"Samsung akan meningkatkan lini flagship dan meningkatkan penjualan untuk model baru secara massal," tulis Samsung dalam pernyataan resmi perusahaan.
Samsung juga menyebut akan segera beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis, dan berupaya untuk mengamankan keuntungan dengan meningkatkan efisiensi di seluruh operasi pengembangan, produksi, dan pemasaran Laporan pendapatan Samsung kuartal II-2019(News Samsung)
• Persaingan Vendor Smartphone di Indonesia, Xiaomi Terbesar Kedua Membayangi Ponsel Samsung
• Samsung Telah Menelurkan tak Kurang dari 7 Perangkat Galaxy, Babak Baru Ponsel Biru
Di kuartal ketiga nanti, Samsung mengatakan akan fokus untuk melahirkan produk yang diklaim lebih inovatif, seperti Galaxy Note 10 yang meluncur Agustus, dan Galaxy Fold yang akan rilis September mendatang.
"Kami juga akan meningkatkan lini smartphone 5G untuk menjadi pemimpin pasar baru ini dan memperkenalkan lebih banyak lagi model Galaxy A untuk melanjutkan momentum positif penjualan smartphone," dilansir KompasTekno dari News Samsung, Rabu (31/7/2019).
Jaringan 5G yang yang mulai bergulir di Korea Selatan tahun ini disebut berhasil meningkatkan pendapatan di sektor bisnis jaringan. Untuk sementara, Samsung akan fokus mengembangkan 5G di Korea Selatan dan Amerika Serikat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/logo-samsung.jpg)