Idul Adha 2019
Sapi Limosin Hewan Qurban Idul Adha 2019 Laku Terjual Rp 80 Juta, Pembelinya Orang Balikpapan
Abdul Muis menyebutkan, selain rumput, makanan sampingnya ampas tahu, hal ini diberikan agar perutnya tidak kedinginan, dan jadi hangat.
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jika melintas di Kawasan Kampung Timur, Jalan Indrakila, Keluruahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara banyak dijumpai pedagang sapi kurban. Sudah menjadi kebiasan warga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tapi tepat berada di sebrang Kantor Tribun Kaltim pedagang sapi Limusin menjadi pusat perhatian warga. Sapi dengan bobon 1 ton lebih ini dibandrol Rp 80 juta.
Walau dengan harga segitu, ternyata sapi Limusin asal Gorontalo ini sudah laku terjual. Pembelinya merupakan warga Martadina, Kecamatan Balikpapan Tengah.
Abdul Muis peternak tak membeberkan siapa sesungguhnya orang yang membeli sapi ini. Dirinya hanya menyebutkan atas nama Caca warga Martadinata.
Sapi Limusin ini sudah setahun dirawatnya penuh dengan kasih sayang. "Saya pelihara di Balikpapan. Saya beli pada saat Lebaran Idul Adha tahun lalu, setelah itu saya pelihara di sini, kandangnya ada di Belakang Apotek Kimia Farma Balikpapan," katanya.
Usianya sekitar 4 tahun, jenis kelamin jantan, karena rata-rata untuk Kurban harus kelamin jantan. Perawatannya selain pagi dan siang makan, pada saat malam hari pukul 24:00 Wita Abdul Muis memberikan makan lagi.
"Ngalah-ngalahin istri perawatannya," katanya sambil bercanda.
Abdul Muis menyebutkan, selain rumput, makanan sampingnya ampas tahu, hal ini diberikan agar perutnya tidak kedinginan, dan jadi hangat.
"Saya pasarkan harganya Rp 90 juta. Tapi sudah ada yang beli dengan deal harga Rp 80 juta. Sudah laku, yang beli warga Martadinata, Kecamatan Balikpapan Tengah, itu pun melihat baliho saya langsung nelpon," ungkpanya.
Di Balikpapan hanya ada satu ekor saja sapi jenis Limusin terberat dengan bobot badan keseluruhan 1 ton lebih. Untuk berat dagingnya sekitar 400 Kg lebih.
"Ini sapi bukan sapi kandang, beda dengan sapi biasanya, kalau sapi kandang gemuk tapi ringan dagingnya. Kalau ini sapi limusin ini fisiknya kuat," katanya.
Perawatan khusus setiap tiga bulan sekali sapi ini berikan makanan tambahan yakni telur ayam dan telur bebek.
"Selain itu sapi ini jinak jika sama saya, sapi ini senang dielus-elus. Kadang dikasih minum jamu supaya kuat," ungkpanya.
Disamping sapi limusin, Abdul Muis juga menjual sapi kadang, ada sekitar 15 ekor sapi stok yang tersedia dengan harga Rp 30 jutaan.
"Selama ini ada 11 ekor terjual, penjualan alhamdulillah ada saja, tahun lalu ada 20 ekor lebih yang terjual. Semua kesehatan sapinya lengkap, dan sapi ini layak kurban, sudah lewat karantina Palu dan Kota Balikpapan," ungkapnya.
Untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan yang higienis, pada hewan potong kurban, saat menjalankan ibadah di Hari Raya Idul Adha 2019 tahun ini dapat terjaga aman. Berikut ada tips dan trik memilih hewan Qurban yang pas buat Idul Adha 2019.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kaltim, akan melakukan sosialisasi pada para petugas pemotong hewan Qurban.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur atau MUI Kaltim, H. Sayid Alwi, mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar para petugas pemotong hewan dalam melaksanakan tugasnya sesuai syariat Islam.
Hal itu dilakukan untuk menyempurnakan ibadah kurban, maka semua yang berkaitan dengan kurban termasuk tata cara menyembelih hewan qurban, harus mengikuti proses yang sesuai dengan hukum Islam.
Nah, MUI Kaltim menjalankan sosialisasi kepada setiap petugas pemotongan hewan Qurban.
Selain itu kita juga melakukan pengawasan ke calon hewan yang akan disembelih.

Tentu saja ini untuk memperhatikan kesehatan hewan Qurban tersebut.
"Itu demi menjamin hewan Qurban bebas penyakit zoonosis, serta proses penyembelihan hewan Qurban akan kami monitoring, agar lebih menjamin pemenuhan syariat Islam dan kesejahteraan hewan,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Minggu (4/8/2019).
Tujuan dari sosialisasi menjelang Hari Raya Idul Adha yaitu memberikan pengetahuan bagaimana cara memotong daging kurban dengan hukum Islam dan mendapatkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, Halal) SUH.
Proses awal penyembelihan ialah, diawali dengan menuntun hewan kurban ke tempat penyembelihan dengan baik tanpa menyakiti hewan tersebut.

Hal ini penting untuk diketahui, agar hewan yang disembelih nantinya benar-benar diketahui secara pasti kehalalannya. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu‘alaihi Wa Salam.” tuturnya menjelaskan.
Dari proses sosialisasi ini, diharapkan petugas penyembelih dan juga masyarakat luas nantinya.
• Perlakuan Khusus Bagi Sapi Qurban Presiden Joko Widodo di Samarinda, Kesehatannya Dipantau Ketat
Tidak hanya mendapat pengetahuan dan pemahaman yang sama khususnya tentang proses penyembelihan hewan qurban secara Islami.
Namun juga dapat menyebarluaskan apa yang telah dipaparkan.
(Tribunkaltim.co/Siti Zub dan Cahyo Sedak)