Keresahan Pedagang Bendera Musiman, Tak Boleh Jualan di Tengah Kota Samarinda, Berulang Kali Diusir

Tahun ini, pedagang bendera musiman mengaku mengalami penurunan pendapatan. Hal itu karena lokasi tempat mereka berjualan kurang strategis.

Keresahan Pedagang Bendera Musiman, Tak Boleh Jualan di Tengah Kota Samarinda, Berulang Kali Diusir
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
MUSIMAN - Pedagang bendera musiman di Jalan PM Noor, berjualan memanfaatkan momentum hari kemerdekaan RI. Namun, tahun pedagang mengeluhkan lokasi berjualan yang berdampak terhadap penghasilan, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pendapatan pedagang musiman tahun ini bakal jauh menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, akibat tidak diperbolehkan berjualan di kawasan tengah kota.

Pedagang musiman itu yakni pedagang yang berjualan bendera dan aksesoris kemerdekaan RI. Umumnya pedagang ini berjualan di pinggir jalan.

Di Kota Tepian, terdapat sejumlah titik yang dijadikan tempat berjualan, di antaranya Jalan PM Noor, Jalan Pahlawan, hingga Jalan MT Haryono.

Tahun sebelumnya, pedagang bendera banyak ditemui di Jalan Kesuma Bangsa, dan sekitar tengah kota lainnya, namun tahun ini mereka tidak diperbolehkan lagi berjualan di kawasan tersebut.

Padahal, saat berjualan di kawasan tersebut para pedagang yang rata-rata datang dari pulau Jawa memperoleh pendapatan yang cukup untuk pulang, maupun mengembalikan modal.

Tahun ini, pedagang bendera musiman mengaku mengalami penurunan pendapatan. Hal itu karena lokasi tempat mereka berjualan berada di tempat yang kurang strategis.

Ajun Junaidi (44) misalnya, pria asal Garut, Jawa Barat ini mengaku resah dengan kondisi yang menderanya saat ini. Pasalnya, jelang hari kemerdekaan yang menyisakan kurang dari 12 hari, penghasilannya dari jualan bendara jauh dari kata cukup.

MUSIMAN - Pedagang bendera musiman di Jalan PM Noor, berjualan memanfaatkan momentum hari kemerdekaan RI. Namun, tahun pedagang mengeluhkan lokasi berjualan yang berdampak terhadap penghasilan, Senin (5/8/2019).
MUSIMAN - Pedagang bendera musiman di Jalan PM Noor, berjualan memanfaatkan momentum hari kemerdekaan RI. Namun, tahun pedagang mengeluhkan lokasi berjualan yang berdampak terhadap penghasilan, Senin (5/8/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Tahun lalu, saat berjualan di Jalan Kesuma Bangsa, sehari dirinya bisa memperoleh omset penjualan sebesar Rp 1 Juta- Rp 3 Juta per hari. Tapi, tahun ini Ajun Junaidi hanya memperoleh Rp 90 Ribu - Rp 200 Ribu saja, bahkan terkadang dalam sehari tidak ada yang membeli dagangannya.

"Faktor tempat, di sini sepi. Ini jalur truk. Kadang ada yang beli, kadang tidak," ucap Ajun Junaidi, pria tiga anak itu kepada Tribunkaltim.co, Senin (5/8/2019).

Selama mulai berjualan bendera di musim kemerdekaan tahun ini, Ajun Junaidi telah dua kali diusir oleh aparat terkait. Pertama saat Ajun Junaidi berjualan di Jalan M Yamin bulan Juli lalu.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved