Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada Gelombang Tinggi

Kondisi gelombang seperti ini sangat rawan terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan, wisatawan atau masyarakat yang menghuni kepulauan

Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada Gelombang Tinggi
Tribunkaltim.co, Geafry Necolsen
Para nelayan di wilayah pesisir, memilih untuk menambatkan kapal-kapal mereka lantaran kondisi cuaca di perairan Kabupaten Berau saat ini tengah tidak bersahabat. BMKG Berau memprediksi, tinggi gelombang pada hari Kamis (8/8/2019) besok, mencapai ketinggian 2,5 meter. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bagi masyarakat yang sedang berada di pulau, atau hendak menuju Kepulauan Derawan, seperti Pulau Maratua, Sangalaki, Kakaban, Derawan, Kaniungan dan sekitarnya, diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi.

Berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan tinggi gelombang di perairan Kabupaten Berau, pada hari Kamis (8/8/2019) ini mencapai ketinggian hingga 2,5 meter.

“Kondisi gelombang seperti ini sangat rawan terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan, wisatawan atau masyarakat yang menghuni wilayah kepulauan yang aktivitasnya dilakukan di wilayah perairan,” ungkap Prakirawan BMKG Berau, Ade.

Terlebih lagi, mayoritas kapal nelayan, maupun speed boat yang biasa digunakan untuk mengangkut wisatawan berukuran kecil. Sehingga rawan terhempas dan terbalik jika diterpa gelombang 2,5 meter.

Prakirawan BMKG Berau Ade mengimbau, agar masyarakat sebisa mungkin menghindari aktivitas di lepas pantai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Abdurrahman juga mengimbau nelayan dan penyedia jasa transportasi laut, untuk mengurangi aktivitas di perairan, sampai kondisi gelombang kembali normal.

Seluruh nelayan dan penyedia jasa transportasi laut diharapkan agar memperhatikan peringatan BMKG, agar tidak terjadi insiden. "Sudah kami imbau supaya meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

“Dengan keterbatasan personel untuk selalu mengawasi setiap kawasan, seperti Kampung Tanjung Batu, Derawan, Maratua, Talisayan, Batu Putih hingga Bidukbiduk, kami berharap peran besar aparat kecamatan dan kampung untuk terus mengawasi aktivitas nelayan dan penyedia jasa transportasi laut.

Termasuk PT Pelindo di Tanjung Batu. Kalau memang memungkinkan, kami sarankan jarak berlayar nelayan dikurangi karena cuaca yang kurang bersahabat," katanya lagi.

Sekadar mengingatkan, Sepanjang bulan Juni 2019 saja, ada tiga laporan kecelakaan transportasi air. Kapal Layar Motor Sitinurhalisa dilaporkan karam di Sungai Segah Kampung Sukan pada hari Sabtu (22/6/2019).

Lalu pada hari Senin (17/6/2019), Kapal Motor Yanti 03 asal Kabupaten Berau juga dilaporkan karam di Perairan Manubar, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur. Terakhir kali, Kapal Landing Craft Tank (LCT) Sarwaguna 5, mengalami kecelakaan dan terbalik di Muara Pantai Berau, Senin (24/6/2019) lalu akibat dihantam gelombang setinggi 2 meter. (*)

Baca Juga;

 Salmafina Sunan Akui Pacaran dengan Taqy Malik Sebelum Menikah, Bohongi Satu Indonesia Soal Ta'aruf

 Ramalan Zodiak Rabu 7 Agustus 2019: Leo Bersinar Cerah, Manfaatkan Hari Keberuntunganmu Ini!

Memaki Saat Ditilang, Polisi Masukkan Surat Tilang ke Mulut Wanita Ini, Simak Penjelasan Kasatlantas

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved