Rabu, 29 April 2026

Pedagang Pantai Manggar Mengadu ke DPRD, Protes Lapaknya Dibakar Oknum Satpol PP

Saat itu kata Agus, petugas Satpol PP Balikpapan bersama UPTD Pantai Manggar melakukan penertiban lapak pedagang.

Penulis: Zainul |
TRIBUN KALTIM / ZAINUL
Puluhan pedagang pantai Manggar, Balikpapan Timur berkumpul di ruang Rapat RPRD Balikpapan untuk mengadu lantaran lapak dagangan mereka dibakar oleh oknum petugas Satpol PP 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan destinasi wisata Pantai Segara Sari Manggar, Balikpapan Timur berbondong-bondong mendatangi kantor DPRD Balikpapan, Kamis (8/8/2019).

Dengan raut wajah yang terlihat kesal, menyampaikan pengaduan lantaran lapak dagangan mereka dibakar oleh oknum petugas Satpol PP Balikpapan.

Kepada Tribunkaltim.co, Agus (43), yang merupakan koordinator warga menjelaskan kronologi pembakaran lapak dagangan pedagang di Pantai Manggar.

Saat itu kata Agus, petugas Satpol PP Balikpapan bersama UPTD Pantai Manggar melakukan penertiban lapak pedagang.

Para pedagang saat itu sedang tidak berjualan, sehingga petugas leluasa melakukan penertiban.

"Satpol PP bersama UPTD Pantai Manggar melakukan penertiban lapak PKL di Pantai Manggar. Lalu di Jalan Dandito (kawasan pantai Manggar) mereka mengumpulkan barang-barang isi warung seperti meja, kursi, termasuk terpal dan papan bangunan lapak," katanya

"Saat kejadian, para pemilik lapak yang dibakar sedang tidak berjualan, lantaran biasanya mereka berjualan setiap Sabtu dan Minggu saja," lanjutnya.

Selain itu para pedagang lain juga menceritakan tak hanya ditertibkan, namun beberapa isi peralatan warung seperti kursi dan meja, bahkan ada tenda yang dibakar oleh petugas.

"Yang dibakar kursi, meja, papan-papan bangunan warung. Ketika kejadian, kami tidak ada di sana. Kan kami hanya jualan Sabtu Minggu," kata Abdul Hadi, pedagang lain, menambahkan.

Abdul Hadi merupakan satu di antara pedagang yang mengaku lapak dagangannya di kawasan destinasi wisata pantai Manggar dibakar.

Menurutnya, sebelum dilakukan pembakaran tersebut, tidak ada pemberitahuan kepada para pedagang. Mereka juga tidak mengetahui bahwa ada penertiban.

Kejadian pembakaran, lanjutnya, dilakukan di satu tempat yang masih berada di kawasan Pantai Manggar.

"Semua barang-barang dikumpulkan jadi satu kemudian dibakar. Jumlah yang dibakar ada 5 kios. Ada 9 kios di situ, tapi yang 4 belum sempat dibakar, karena pihak Satpol keburu dipergoki warga," tuturnya.

Sebanyak 7 warga didampingi dua orang perwakilan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) itu diterima Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle dan jajaran Komisi II DPRD Balikpapan.

"Kami hanya ingin berjualan lagi. Kami minta barang-barang (yang dibakar) diganti rugi. Kalau enggak mau ganti rugi, ya ganti barang-barang kami," katanya lagi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved