Kamis, 16 April 2026

Golkar Belum Susun Formasi di DPRD Bontang, Tunggu Hasil Putusan Ketua Dewan dari Pengurus Pusat

Kelima anggota dewan terpilih berpeluang mengisi posisi Ketua Fraksi Golkar Bontang. Penunjukan pimpinan fraksi bakal diputuskan oleh Ketua DPD II.

Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
ILUSTRASI - Sepak terjang Golkar di Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Internal DPD II Golkar belum menyusun formasi kader mereka di DPRD Bontang. Partai beringin masih menunggu hasil keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Ketua DPRD Bontang, Kota Bontang, Kalimantan Timur

Ketua harian DPD II Golkar Bontang, Arham mengatakan formasi kader beringin di DPRD masih menunggu rapat internal. Pihaknya mengaku belum menetapkan kandidat untuk menempati Ketua Fraksi Golkar serta jabatan lainnya.

“Kita tunggu hasil putusan DPP dulu untuk menunjuk Ketua Dewan, setelah itu nanti baru kita susun formasinya,” ujar Arham kepada tribunkaltim.co baru-baru ini.

Partai Golkar mendapat 5 kursi di Parlemen hasil pemilu 2019. Tiga diantaranya merupakan anggota dewan incumbent (Nursalam, Muslimin dan Rustam HS).

Sedangkan Andi Faisal Sofyan Hasdam dan Yassier Arafat anggota dewan baru.

Kelima anggota dewan terpilih berpeluang mengisi posisi Ketua Fraksi Golkar Bontang. Penunjukan pimpinan fraksi bakal diputuskan oleh Ketua DPD II Golkar, Neni Moerniaeni.

“Teknisnya nanti ketua dewan sementara bersurat ke Golkar untuk meminta nama ketua fraksi, nanti setelah internal rapat dan keluar nama hasilnya bakal disampaikan ke ketua dewan,” ujarnya.

Untuk informasi, tiga anggota dewan yakni, Nursalam, Rustam HS dan Andi Faisal Hasdam berebut posisi untuk menjadi Ketua DPRD Bontang periode 2019 hingga 2024. 

Keputusan menunggu hasil penetapan dari DPP diprediksi Oktober mendatang. 

Ketua Harian DPD II Golkar Bontang, Arham.
Ketua Harian DPD II Golkar Bontang, Arham. (TribunKaltim.Co/Ikhwal Setiawan)

Di tempat terpisah, di Jakarta. 

Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan bahwa kursi Ketua MPR masih dalam pembahasan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Belum ada keputusan mengenai siapa yang akan didorong untuk menjadi calon ketua MPR dari koalisi KIK.

"Tentang ketua MPR tentunya harus ada kesepakatan dari partai-partai pendukung yang Insya Allah tentunya akan dibicarakan partai-partai koalisi pak Jokowi," kata Lodewijk di kantor DPP Golkar, Jalan Angrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Minggu, (11/8/2019).

Meski sedang berproses Lodewijk mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi PDIP mendapatkan kursi Ketua MPR.

Karena menurutnya PDIP telah mendapatkan kursi Ketua DPR.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved