Sekitar 56,7 Persen Pekerja di Kaltim Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Gathering bersama media se-Balipapan dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Kamis (15/8/2019).
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Gathering bersama media se-Balipapan. Gathering kali ini dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Kamis (15/8/2019).
Dalam acara Gathering ini turut hadir Ketua PWI Balikpapan Sumarsono, Ketua AJI Balikpapan Devi Alamsyah, serta rekan-rekan media di Balikpapan.
Agus Heriyanto Ketua Panitia Acara mengatakan, dengan kegiatan ini para insan pers bisa mengetahui BPjS ada dua, yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Masing-masing punya fungsi yang berbeda-beda
Target kegiatan ini bisa memahami, sehingga teman-teman jurnalis tidak lagi keliru dalam pemberitaan untuk pemahamam dan logo-logonya.
Panji Wibisana Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, Kegiatan ini setiap tahunnya dilakukan, karena sangat perlu dan penting sekali, BPJS Ketenagakerjaan ada melakukan pengembangan program tentang manfaatnya.
"Informasi itu sangat cepat dan tepat, Press Gathering ini tidak berhenti di sini, karena teman-teman media memiliki bahan ke perusahaan. Apakah dominannya di Kalimantan ini, tentunya perkebunan dan pertambangan," kata Panji Wibisana.
Panji Wibisana berharap, kepada media, bila masih ditemukan teman-teman pekerja yang belum dilindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Pada dasarnya kami ada di 30 kantor cabang, dan 11 cabangnya di Kaltim, 19 perwakilan kantor perintis siap untuk menyikapi hal-hal mengenai ketenagakerjaan," ujarnya.
Khusus di Kaltim cabang terdekat yakni cabang Kota Balikpapan, dan cabang Kota Samarinda, Tengarong, Kubar dan Tanah Paser.
Panji Wibisana menyebutkan, kepersertaan saat ini mencapai 56,7 persen di Kaltim. Jumlah kepesertaan satu pekerja, satu kartu. Total kepersertaan ada 1,296.000 orang, tapi baru terproteksi sekitar 747 ribu orang pekerja.
"Kita melihat banyak kepersertaan di Kaltim ini banyak yang terdaftar disentralisasi di Jakarta. Kebanyakkan merupakan perkebunan dan pertambangan," ungkapnya.
Nantinya, lanjut Panji Wibisana, akan disikapi semua, karena mungkin saja ada pekerja yang tidak terlindungi.
"Kita melihat juga pekerja lepasnya, akan kita telusuri semua untuk jumlah peserta informal sendiri sekitar 233 ribu orang," ujarnya.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyelenggarakan tenaga kerja antar daerah. Di perkebunan itu ada yang bekerja dari Jawa dan bekerja di Kaltim.
"Kami sudah proteksi. Pekerjaannya sangat singkat 3-6 bulan, namun, semua tetap dilindungi. Sebab di BPJS Ketenagakerjaan ini bukan hanya di Indonesia saja, tetapi pekerja yang ada di luar negeri. Buruh migran dan TKI juga akan diberikan proteksi," ungkapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bpjs-ketenagakerjaan-mengadakan-gathering-bersama-media-se-balipapan.jpg)