Posko Terpadu Segera Beroperasi di Pasar Segiri Samarinda, Begini Kemanfaatannya

Hal itu bukan tanpa sebab, pasalnya di Pasar Segiri kerap terjadi transaksi maupun penggunaan narkotika, terutama jenis sabu.

Posko Terpadu Segera Beroperasi di Pasar Segiri Samarinda, Begini Kemanfaatannya
TribunKaltim.CO/Nevrianto
DARURAT NARKOBA - Satreskoba bersama Sat Binmas Polresta Samarinda saat melakukan penangkapan terhadap pelaku peredaran narkotika di komplek pasar Segiri, Gang Tempurung III, Rabu (17/7/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Posko terpadu pemberantasan narkotika di Pasar Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur akan segera beroperasi.

Direncanakan posko di Pasar Segiri tersebut mulai beroperasi pada 27 Agustus 2019 mendatang.

Tidak hanya Kepolisian dan BNN saja, tapi seluruh instansi terkait dan lembaga lainnya yang akan bertugas di posko tersebut.

Termasuk partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkotika, terutama disekitar Pasar Segiri.

Pasar Segiri sendiri telah menjadi salah satu kawasan rawan peredaran narkotika, bahkan pasar yang seharusnya menjual sayur mayur dan kebutuhan harian masayarakat itu, mendapat julukan pasar narkoba.

Hal itu bukan tanpa sebab, pasalnya di Pasar Segiri kerap terjadi transaksi maupun penggunaan narkotika, terutama jenis sabu. Bahkan, kendati penindakan telah sering dilakukan, termasuk membongkar sejumlah loket maupun lapak, namun peredaran narkoba tidak benar-benar habis.

Dengan adanya posko terpadu tersebut, dinilai efektif untuk memantau secara terus menerus aktivitas yang terdapat di pasar Segiri. Bahkan, sejumlah titik rawan di pasar Segiri akan dipasang kamera CCTV.

"Untuk CCTV dari Pemkot Samarinda yang fasilitasi. Disitu semua unsur akan berperan, tidak hanya Kepolisian saja. Secara 24 jam akan dipantau aktivitas di sana," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Minggu (18/8/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, aktivitas personel yang bertugas di posko tersebut tidak hanya melakukan penindakan saja, namun sejumlah kegiatan lainya, diantaranya penyuluhan, sosialisasi secara door to door, tes urine, termasuk pemasangan spanduk disejumlah titik di pasar Segiri.

"Tidak hanya penindakan, tapi banyak hal yang akan dilakukan oleh personel di posko tersebut," jelasnya.

Kapolres menjelaskan lokasi posko terpadu akan ditempatkan di tengah-tengah permukiman dan pasar di antara tiga RT yang terdapat disekitar pasar Segiri. Posko itu akan terus dioperasikan hingga psar Segiri benar-benar bersih dari narkoba.

"Kita inginnya Samarinda ini bersih narkoba, walaupun posko terpadu kita tempatkan di pasar Segiri, tapi daerah lainnya yang rawan narkoba juga kita pantau," tegasnya.

Selain pasar Segiri, di Samarinda terdapat sejumlah daerah yang rawan peredaran narkoba, bahkan dijuluki kampung dan pulau, di anatranya Jalan Lambung Mangkurat, Sei Dama, Samarinda Seberang, dan Gang Pulau Indah.

Pelanggan narkoba di Samarinda tidak hanya warga Kota Tepian saja, namun sejumlah daerah disekitar Samarinda, diantaranya Muara Badak, Sangasanga, Tenggarong, termasuk Kutai Timur. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved