Rabu, 13 Mei 2026

Otomotif

Rencana Penghapusan Bahan Bakar Premium dan Pertalite di Jakarta, Begini Sebabnya

Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya mengembalikan kualitas udara.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Tribunnews.com
Polusi udara di Kota Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya untuk bisa mengembalikan kualitas udara di Jakarta. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tersiar kabar ada wacana penghapusan bahan bakar jenis Premium dan Pertalite, satu di antaranya di kawasan Jakarta.

Tentu saja ini mendapat respon dari warga di Jakarta.

Hal yang tidak bisa dihindari, Premium dan Pertalite dianggap sebagai pemicu pencemaraan udara. 

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal ( KPBB) menyatakan produksi dan penjualan Premium 88, Pertalite 90, Solar 48, dan Dexlite sudah saatnya dihentikan.

Sebab, jenis bahan bakar tersebut diklaim menyumbang tingginya polusi udara, terutama di DKI Jakarta.

"BBM kualitas rendah berpotensi merusak mesin, selain tentunya menyebabkan tingginya emisi gas buang," kata Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB di Jakarta, belum lama ini di Jakarta, menyadur dari Kompas.com

Ahmad menyampaikan, oleh sebab itu sepeda motor juga disebut sebagai penyumbang polusi terbesar di Ibu Kota, karena secara populasi lebih besar dibandingkan jenis kendaraan lain.

Apabila hal tersebut dikabulkan, maka akan timbul gejolak yang cukup besar, khususnya pada pengemudi ojek online (ojol).

Sebab, biaya pengeluaran untuk bahan bakar cukup diperhitungkan dan mempengaruhi pendapatan.

"Kalau Pertalite dihapus, ya mau tidak mau, maka harus ada penyesuaian tarif ojol lagi.

Sebab biaya pengeluaran akan semakin tinggi.

Dari tiap satu hari hanya Rp 20.000 menjadi Rp 35.000-an," kata salah satu pengemudi ojol, Syahrul kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Begitu pun yang dirasa oleh Deddy, pengemudi ojol asal Bekasi.

Menurut dia, bahan bakar Pertalite masih cukup baik untuk sepeda motor sekarang.

Selain dari harga, potensi masalah yang bisa terjadi juga tak kunjung datang.

"Baik-baik saja saya pakai Pertalite. Menurut saya sih dibuat pengecualian saja untuk orang yang bisa pakai Pertalite. Jangan benar-benar diputus karena dampaknya besar," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya untuk bisa mengembalikan kualitas udara di Jakarta.

"Sebetulnya kan sudah ada policy itu, standar Euro IV kan itu sudah dimulai adopsi standarnya. Hanya kan untuk diimplementasikan standar itu, butuh macam-macam, butuh teknologi otomotifnya, itu harus kompatibel juga apakah industri otomotif kita sudah siap," kata Andono.

"Ada juga teknologi penyulingan minyaknya. Jadi untuk mendapatkan bensin yang bersih banget seperti yang di Singapura atau di mana, kan harus ada shifting di teknologi kilang minyak," kata dia.

Namun semua kebijakan kembali pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kebijakan-kebijakan pembatasan seperti itu tentu ada kaitannya nanti penawaran dan permintaannya seperti apa, kan kita juga perlu mempertimbangkan.

"Eksekusinya ada di Pemprov DKI," ujar Andono lagi.

Di tempat terpisah, 

Masyarakat terjauh dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, yakni di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Hulu atau Mahulu, akhirnya bisa menikmati bahan bakar minyak atau BBM satu harga.

Secara georafis, Long Bagun merupakan salah satu kecamatan yang terjauh dari ibu kota Provinsi Kalimantan Timur berada di Kabupaten Mahulu.

Hitung-hitungan jarak lokasi dari Kota Balikpapan Kalimantan Timur ke Kampung Ujoh Bilang Kabupaten Mahulu perlu memakan waktu sekitar 17 jam.

Untuk menuju ke Ujoh Bilang dari Kota Balikpapan perlu tempuh jalur darat dan air. Awalnnya melewati transportasi darat kemudian sambung melalui arena sungai memakai perahu speedboat.

Kalau pun naik pesawat terbang dari Balikpapan hanya bisa mendarat di Sendawar Kabupaten Kutai Barat saja, setelah itu sambung lagi tempuh menggunakan transportasi air, melintasi Sungai Mahakam.

Penerbangan pesawat ukuran kecil ini belum tentu mudah didapat, harus pesan jauh-jauh hari jika ingin mendapatkan tiket pesawat penerbangan ke Kutai Barat ini.

Jelas butuh waktu banyak dan pengeluaran anggaran yang tidak sedikit.

Eksistensi speedboat reguler di Dermaga Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. Angkutan umum ini melayani Kampung Ujoh Bilang-Tering Kabupaten Kutai Barat dengan harga bandrol Rp 300 ribu per penumpang.
Eksistensi speedboat reguler di Dermaga Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. Angkutan umum ini melayani Kampung Ujoh Bilang-Tering Kabupaten Kutai Barat dengan harga bandrol Rp 300 ribu per penumpang. (Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

Namun, sejauh apapun lokasinya, tetap saja bagi Pertamina wilayah Kalimantan untuk tidak menyerah bisa memberikan pengiriman BBM sampai ke lokasi Ujoh Bilang dan ini jadi pertama kalinya meresmikan SPBU di pelosok Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Muhamad Resa, RFM Manager MOR VI Kalimantan, di lokasi Ujoh Bilang, Kabupaten Mahulu pada Kamis (18/7/2019).

Dia menjelaskan, warga Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun dan sekitarnya patut bahagia.

Alasannya, ujar dia, warga Ujoh Bilang dan sekitarnya di Kecamatan Long Bagun dikarenakan tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM.

Jadinya warga bisa mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM dengan harga yang sama seperti di kota-kota besar yang ada di Kota Balikpapan atau Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebelum SPBU didirikan, untuk mendapatkan BBM satu harga, biasanya warga Mahulu hanya menunggu Long Boat, alat transportasi sungai, di pinggir sungai yang membawa drum berisi BBM.

"Kondisi Mahulu yang masih asri, jauh dari perkotaan membuat kesulitan untuk distribusi BBM ke pedalaman," ujarnya.

Kali ini SPBU di Ujoh Bilang ini bernomor 66.757.007.

Lokasi SPBU Ujoh Bilang ini dibilangan Jalan Raya Long Laham, Kampung Ujoh Bilang.

Menurut Resa, SPBU ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari BBM satu harga.

"Terhitung telah beroperasi di 34 titik SPBU BBM 1 harga di seluruh Kalimantan, di mana SPBU ini merupakan titik ke tujuh dan terakhir untuk keseluruhan target yang ditugaskan kepada Pertamina untuk wilayah Kalimantan Timur," ujarnya.

Peresmian SPBU Ujoh Bilang ini dilakukan pada Kamis (18/7/2019) pagi jelang siang.

Pertamina Kalimantan meresmikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjenis kompak. Peresmian juga dilakukan bersama Kepala BPH Migas, M. Fanshrullah Asa dan Sekda Kabupaten Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun, mewakili Bupati Mahulu.

Juga termasuk Retail Fuel Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Muhamad Resa, Dandim Mahakam Ulu, Letkol Anang Sopyan Efendi, dan beberapa pejabat daerah setempat lainnya.

"Sebagai BUMN yang bergerak dibidang energi, tentunya kami dukung penuh program pemerintah apalagi dalam mewujudkan kemandirian energi dan penyemarataan harga BBM ke pelosok negeri," ujar Muhamad Resa, RFM Manager MOR VI Kalimantan.

Pada SPBU Kompak ini, terdapat fasilitas penyimpanan masing-masing 20 KL.

Penyimpanan ini untuk produk tiga jenis bahan bakar minyak.

Yakni jenis premium, solar, dan pertalite.

Kondisi SPBU di Jalan Rong Iram Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu yang baru saja diresmikan oleh Pertamina pada Kamis (18/7/2019).
Kondisi SPBU di Jalan Rong Iram Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu yang baru saja diresmikan oleh Pertamina pada Kamis (18/7/2019). (Tribunkaltim.co/HO Pertamina)

Adanya penambahan SPBU Kompak di daerah Long Bagun, Mahulu tentu saja sangat membantu perekonomian masyarakat.

Sebagian besar warga di Long Bagun yang dominan bermata pencaharian di bidang pertanian.

Ada juga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bekerja di area perkebunan sawit.

Peresmian SPBU di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahulu oleh Kepala BPH Migas, M. Fanshrullah Asa dan Retail Fuel Manager Pertamina MOR VI Kalimantan Muhamad Resa yang didampingi Sekda Kabupaten Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun pada Kamis (18/7/2019).
Peresmian SPBU di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahulu oleh Kepala BPH Migas, M. Fanshrullah Asa dan Retail Fuel Manager Pertamina MOR VI Kalimantan Muhamad Resa yang didampingi Sekda Kabupaten Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun pada Kamis (18/7/2019). (Tribunkaltim.co/HO Pertamina)

Masyarakat tidak lagi merogoh kocek sebanyak Rp 8.000 per liter lebih untuk solar dan premium.

Sekarang, masyarakat dapat menikmati harga premium dan solar dengan harga yang sama yaitu premium Rp 6.450 per liter dan solar Rp. 5.150 per liter.

Demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM 1120 jam perjalananan menggunakan kapal ditempuh untuk mengangkut BBM dari titik suplai Terminal BBM Samarinda atau sekitar 541 kilometer hingga sampai ke SPBU.

Penyaluran dilakukan lebih kurang 10 hari sekali, tergantung dengan kondisi Sungai Mahakam.

Speedboat SOA bersandar di Dermaga Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (18/11/2018) sore.
Speedboat SOA bersandar di Dermaga Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (18/11/2018) sore. ((Tribunkaltim.co/BudiSusilo))

Resa menambahkan, ada hambatan pada saat distribusi BBM ke SPBU Kompak ini yaitu Kondisi air sungai Mahakam yang pasang-surut.

Di musim kemarau kapal tidak bisa masuk sampai ke lokasi pembongkaran ( di Long Bagun) sehingga harus di angkut menggunakan mobil strada dari lokasi kapal tambat menuju ke SPBU.

"Namun, hal ini tentunya tidak menjadi alasan bagi Pertamina untuk terus mendistribusikan BBM ke lokasi,” katanya. (tribunkaltim.co)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapan Pengendara Ojol Bila Premium dan Pertalite Dihapus." 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved