Walikota Samarinda Syaharie Jaang Pantau Lalulintas dari Command Centre, Panic Button Jadi Andalan
satu yang jadi andalan untuk saat ini adalah aplikasi Panic Button. Perangkat lunak yang baru tersedia untuk telepon pintar berbasis android
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda kini punya fasilitas command centre atau ruang kendali darurat. Lewat fasilitas yang dilengkapi dengan berbagai macam aplikasi ini, Pemkot Samarinda dapat memonitor kondisi langsung di lapangan.
Mulai dari kejadian sampai data perpajakan.
Salah satu yang jadi andalan untuk saat ini adalah aplikasi Panic Button. Perangkat lunak yang baru tersedia untuk telepon pintar berbasis android.
Warga dapat melaporkan kejadian kebakaran, tanah longsor, kecelakaan dan kejadian kedaruratan lainnya.
Informasi yang dilaporkan akan diverifikasi petugas di ruang komando dan langsung diteruskan ke instansi terkait.
Semisal kepolisian, Satpol PP, petugas pemadam kebakaran sampai badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).
Untuk saat ini, Pemkot Samarinda bakal melatih RT yang nantinya mengkoordinir pelaporan lewat aplikasi Panic Button.
"Di sini tidak bisa hoax lagi, yang masuk sudah terdaftar nomor handphone-nya, begitu macam macam akan diproses hukum, kita ga mau main main," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, Selasa (20/8/2019) usai peresmian Command centre yang berlokasi di samping balai kota Samarinda.
Tak hanya melayani unsur kedaruratan. Di ruang pusat komando yang berbasis teknologi informasi ini, bisa diintegrasikan berbagai aplikasi yang sebelumnya dimiliki masing-masing dinas.
Sebut saja, pemantauan harian perpajakan, pelayanan administrasi berbasis online di kelurahan seperti e-kelurahan dan lainnya.
Fasilitas ini, seperti menjadi mata dan telinga Pemkot Samarinda di lapangan.
Dan, diharapkan mampu memangkas proses birokrasi jika menghadapi keluhan publik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah mengakui, memang tidak mudah membiasakan pelayanan berbasis online menggantikan pelayanan konvensional.
Meski demikian, di tengah pergeseran menuju digitalisasi, menjadi keharusan bagi pelayan masyarakat untuk bergerak maju agar tak dilindas zaman.
Sebab, data yang terkumpul di command centre bisa dijadikan acuan membuat keputusan cepat dan akurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mantaulalintas.jpg)