Resah dengan Maraknya Jukir Liar Tiga Pemuda Asal Samarinda Ciptakan Aplikasi Parkir Modern
Tiga pemuda asal Samarinda yang resah karena kotanya banyak jukir liar membuat Aplikasi Parkir Modern dan menang di DILo Hackacthon Festival 2019
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUN KALTIM.CO, BALIKPAPAN - Usai sudah rangkaian acara DILo Hackacthon Festival 2019 di gedung Learning Centre Telkom Divre 6 Kalimantan Kota Balikpapan, Minggu (25/8/2019).
Tiga pemuda asal Samarinda yang resah karena kotanya banyak jukir liar membuat Aplikasi Parkir Modern dan menang di DILo Hackacthon Festival 2019
Dari 20 tim yang merupakan pengembang software ini beradu visi dengan peserta lainnya.
Dari 20 peserta itu tim NNP atau Nano Play berhasil menjadi juara di Kota Balikpapan.
Tim dari Samarinda ini menciptakan sebuah aplikasi bermana Parmon.
Kepanjangan Parmon sendiri adalah Parkir Modern.
Muhammad Rizky Adi Nugroho salah satu anggota tim mengatakan ide menciptakan Parmon ini berawal dari kegelisahannya sebagai masyarakat Samarinda.
Lantaran menjamurnya juru parkir atau jukir liar yang memungut biaya parkir secara ilegal.
Dari situlah ia berpikir jika parkir liar ada maka pemerintah tidak bisa mendapatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir.
Apalagi dengan adanya konsep smartcity yang digaungkan pemerintah membuat ia dan teman-temannya menciptakan aplikasi.
"Sayang jika uang Parkir tidak masuk ke pendapatan kota.
Jadi dengan ini kita berharap masyarakat bisa membayar parkir di tukang parkir resmi," ucap Muhammad Rizky Adi Nugroho.
Ia bersama temannya membuat konsep tersebut untuk ikut kompetisi tersebut.
Sekitar satu bulan ia membuat konsep tersebut.
Hingga penyelesaian akhir saat kegiatan DILo Hackacthon Festival pada Sabtu (24/8/2019) kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aplikasi-parkir-modern-resh-dengan-jukir-liar.jpg)