Berita Samarinda Terkini
Dini Hari, 11 Tuna Susila Terjaring Operasi Satpol PP Samarinda, Dua Orang Terindikasi HIV/AIDS
Bukan tanpa tantangan saat petugas mulai menangkap satu per satu tuna susila, tidak sedikit yang mencoba untuk melarikan diri
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda menggelar operasi penertiban Pekerja Tuna Susila.
Operasi tersebut dilakukan pada Kamis (29/8) dini hari tadi sekitar pukul 01.00 Wita di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Citra Niaga dan Vorvvo.
Operasi itu dilakukan berdasarkan Perda Nomor 18 Tahun 2002, tentang Penertiban Penanggulangan Pekerja Tuna Susila di Samarinda, Kalimantan Timur.
Hasilnya, terjaring 11 tuna susila diantaranya sembilan wanita dan dua waria.
Bukan tanpa tantangan saat petugas mulai menangkap satu per satu tuna susila, tidak sedikit yang mencoba untuk melarikan diri dari sergapan petugas.
Aksi kejar kejaran pun tidak terhindarkan, terlebih saat operasi dilakukan di Vorvvo.
"Sepertinya mereka ini ada grup Whats'App (WA), jadi saat kami tindak di Citra, saat di Vorvvo sudah sepi, disitu kita hanya dapat satu orang saja," Ucap Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, Kamis (29/8/2019).
Sesampainya di kantor Satpol PP, seluruh tuna susila yang terjaring lantas ditampung di ruang tahanan Satpol PP. Pagi harinya baru dilakukan pendataan, serta pembinaan.
Tapi, kali ini Satpol PP juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, melalui Puskesmas Temindung guna melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama pemeriksaan HIV/AIDS.
"Selain Dinkes, kita juga koordinasi dengan Dinsos terkait dengan pembinaan dan pendataan. Kali ini kita tidak hanya konsen pada penyakit masyarakat saja, tapi penyakit menular juga," jelasnya.
Dia menegaskan, di Samarinda sudah tidak ada lagi lokasi prostitusi yang legal, karena sudah beberapa tahun terakhir ditutup oleh Menteri Sosial.
Hal itulah yang membuat pihaknya akan tegas menindak tuna susila yang masih beroperasi di Samarinda. Bahkan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah eks lokalisasi yang ada di kota Tepian.
"Kita akan cek eks lokalisasi, info yang kami dapatkan masih ada aktivitas di sana," ungkapnya.
Sementara itu, Konselor Puskesmas Temindung, Neneng Yuliani menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap 11 PSK yang terjaring, pihaknya menemukan dua orang yang diduga mengidap HIV/AIDS.
"Masih menjurus mengidap HIV, jadi kita akan periksa ulang besok (30/8) di RSUD AW Syahranie guna memastikan apakah mengidap atau tidak," ucapnya singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/psk-samarinda-2.jpg)