Keuangan

Penyaluran Pinjaman di Kalimantan Timur Tertinggi Capai Rp 495 Miliar, Saatnya Sentuh Fintech

Pandu menjelaskan, dalam proses peminjaman akan dilakukan screaning data kepada pemohon pinjaman fintech, di Kalimantan Timur.

Penyaluran Pinjaman di Kalimantan Timur Tertinggi Capai Rp 495 Miliar, Saatnya Sentuh Fintech
Tribunkaltim.co/Purnomo Susanto
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Fintech Exhibition 2019 di Kota Samarinda pada Selasa (3/9/2019) digelar selama tiga hari sampai Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Pandu Aditya Kristy menjelaskan, untuk di Kalimantan Timur sendiri sesuai data AFPI telah tercatat penyaluran pinjaman di Kaltim per Juli tahun 2019 sebesar Rp 494,66 miliar.

Nilai transaksi ini, dibeberkan Pandu, terbesar seluruh Pulau Kalimantan.

Kelebihan Kalimantan Timur ini, memiliki tingkat resiko yang sangat minim dalam proses kredit pada fintech.

Sebab, dalam memberikan pinjaman kepada sesorang fintech harus terlebih dahulu melihat besar dan kecil resiko.

"Oleh karenanya, Kalimantan Timur juga menjadi lokasi pelaksanaan fintech Exhibition 2019," paparnya kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (3/9/2019) malam.

Mengenai fintech sendiri, Pandu menjelaskan, dalam proses peminjaman akan dilakukan screaning data kepada pemohon pinjaman.

Selain memiliki akses beberapa aplikasi pada smartphone pemohon pinjaman, dibeberkan olehnya, fintech juga memiliki akses teknologi pada sistem kependudukan.

"Sekarang inikan jaman sudah online semua. Jadi, kita mensurvei tingkat resiko itu melalui oneline juga. Misalnya, data kependudukan melalui KTP itu dapat kita cocokan dengan tekhnologi sistem kependudukan kita. Kemudian, kita juga bisa melihat dari cara melakukan pengisian pada aplikasi pinjaman," bebernya.

Penentuan bunga pinjaman pun, disampaikan Pandu, berbeda-beda. Namun, batas tertinggi bunga, disampaikan olehnya hanya 0,8 persen. Sehingga, melalui survei resiko tersebut Fintech dapat menurunkan bunga kepada pemohon pinjaman sesuai dengan kebijakan pada fintech masing-masing.

"Itulah kelebihan fintech, dengan syarat yang minim. Kemudian, hampir seluruh fintech itu menawarkan hanya dalam 24 jam pinjaman sudah dikeluarkan, bunga yang ditawarkan pun kecil. Tanpa jaminan pula. Itulah mengapa, banyak yang menggunakan cara ini untuk menyelesaikan persoalan keuangan," jelasnya.

Akan tetapi, kebijakan peminjam juga sangat diperlukan. Lebih kepada keperluan yang produktif sangat disarankan.

Misalnya, untuk mengembangkan usaha keluarga, pertanian, peternakan dan perkebunan.

"Bukan meminjam untuk keperluan konsumtif. Ya seperti untuk belanja misalnya," lanjutnya. 

Masih teringat di benak kita, kasus penagihan utang online secara sporadis dilakukan oleh salah satu financial technology (Fintech) di Indonesia, dengan membeber jati diri peminjam di media sosial milik fintech.

Pertanyaan itu pun dilontarkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Institutional dan PR AFPI, Adelheid Helena Bokau  yang soroti fenomena fintech yang mulai menjamur di Indonesia. 

Atas kejadian tersebut, kata dia, masyarakat Indonesia seakan memberikan kesan negatif kepada seluruh fintech di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Fintech Exhibition 2019 selama tiga hari sampai Kamis (5/9/2019) menggelar edukasi.

Salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut, untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat fintech mana saja yang telah memiliki izin dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ada 127 fintech di Indonesia yang telah terdaftar, dan 7 diantaranya sudah memiliki izin. Meski hanya terdaftar, fintech sudah bisa beroperasi menyalurkan pinjaman," ujar Wakil Ketua Bidang Institutional dan PR AFPI, Adelheid Helena Bokau kepada Tribunkaltim.co di pembukaan Fintech Exhibition 2019, pada Selasa (3/9/2019), di Big Mall, Jalan Untung Suropati Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Kemudian, ada 700-an fintech ilegal yang telah ditutup oleh Bareskrim Mabes Polri dengan kerjasama antara OJK dan AFPI.

Sampai saat ini, kita juga terus membantu pihak penegak hukum untuk mendata, meneliti dan melihat.

"Apabila ada fintech ilegal beroperasi di Indonesia," lanjutnya menjelaskan.

Akibat perbuatan fintech ilegal tersebut, disampaikan Adel sapaan akrabnya, bantuan fintech legal yang telah memberikan bantuan pinjaman kepada 11 juta orang.

Dan 500 ribu pelaku usaha usaha kecil mikro menengah tertutupi.

Untuk itu, pada kesempatan ini, Adel mengungkapkan, AFPI memiliki misi untuk mengedukasi masyarakat.

Intinya, kalau ada fintech yag menawarkan jasanya dengan meminta seluruh akses privasi di handphone (Hp).

"Kita maka itu sudah bisa dinyatakan ilegal," tuturnya.

Sebab, fintech legal hanya diperbolehkan untuk mengakses mikrophone, lokasi, camera dan imei Hp saja.

"Selebihnya tidak diperbolehkan," tegasnya. 

Nah buat kamu yang ada rencana untuk berhutang ke fintech pinjaman online, pastikan dulu kalau aplikasi pinjaman online yang kamu akses itu sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Fintech yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK tersebut akan diatur ketat mulai dari maksimal bunga yang boleh diterapkan, larangan penggunaan data pribadi hingga penagihan yang tidak sesuai etika.

Yang terbaru, OJK merilis 127 daftar fintech peer to peer lending yang terdaftar dan diawasi, pada Selasa (13/8).

Ada 15 fintech baru yang terdaftar di OJK yaitu.

qazwa.id, bsalam, onehope, LadangModal, Dhanapala, Restock, Solusiku, pinjamdisini, AdaPundi, Tree+, Assetkita, Edufund, Finanku, Tunasaku, dan Uatas.

Ilustrasi. Petugas saat memperlihatkan sejumlah uang dollar di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018). Rupiah melemah terhadap dolar AS padapembukaan perdagangan Jumat (28/6/2019).
Ilustrasi. Petugas saat memperlihatkan sejumlah uang dollar di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018). Rupiah melemah terhadap dolar AS padapembukaan perdagangan Jumat (28/6/2019). (Tribunnews/Jeprima)

Dari data OJK per Juni 2019, jumlah realisasi pinjaman yang disalurkan oleh fintech pinjaman online mencapai Rp 44,8 triliun hingga semester 1 2019.

Angka ini tumbuh 97,68% dari posisi akhir Desember 2018 sebesar Rp 22,66 triliun.

Berikut daftar 127 fintech terdaftar dan diawasi oleh OJK per 7 Agustus 2019:

1. Danamas 
2. Investree
3. Amartha
4. Dompet Kilat
5. KIMO
6. Tokomodal
7. UangTeman
8. Koinworks
9. Modalku
10. KTA Kilat
11. AwanTunai
12. KlikACC
13. CROWDO
14. Akseleran
15. Taralite
16. FINTAG
17. Invoila
18. TunaiKita
19. Igrow
20. Cicil
21. Dana Merdeka
22. Cash Wagon
23. Esta Kapital
24. Ammana
25. Gradana
26. Dana Mapan
27. Aktivaku
28. Danakini
29. Finmas
30. Indodana
31. Kredivo
32. Mekar.id
33. Pinjaman Go
34. Internak.id
35. Kredit Pintar
36. Kredito
37. Crowde
38. PinjamGampang
39. TaniFund
40. Danain
41. Indofund.id
42. KreditPro
43. Avantee
44. Do-It
45. RupiahCepat
46. Danarupiah
47. Danabijak
48. Cashcepat
49. Danalaut
50. Danasyariah

Belgia mencetak uang koin baru bernilai 2,50 euro.
Belgia mencetak uang koin baru bernilai 2,50 euro. (Reuters/Telegraph)

51. Telefin
52. Modalrakyat
53. Kawancicil
54. Sanders One Stop Solution
55. Kreditcepat
56. Uangme
57. Pinjam Duit
58. Pinjam Yuk
69. Pinjam Modal
60. Julo
61. Easy Cash
62. Maucash
63. RupiahOne
64. Pohon Dana
65. Dana Cita
66. DANAdidik
67. TrustIQ
68. Danai
69. Pintek
70. Pinjam
71. Danamart
72. SAMAKITA
73. Saya Modalin
74. PLAZA PINJAMAN
75. Vestia P2P Lending Platform
76. Singa
77. AdaKami
78. ModalUsaha
79. Asetku
80. Danaflix
81. Lumbung Dana
82. Lahansikam
83. Modal Nasional
84. Dana Bagus
85. ShopeePayLater
86. ikredo online
87. AdaKita
88. UKU
89. Pinjamwinwin
90. Pasarpinjam
91. Kredinesia
92. BKDana
93. Gandeng Tangan.org
94. Midalantara
95. Komunal
96. ProsperiTree
97. Danakoo
98. Cairin
99. Batumbu100. empatkali
101. Jembatanemas
102. klikUMKM
103. Kredible
104. klikkami
105. Kaching
106. FinPlus
107. alamisharia
108. syarfi
109. Digilend
110. Asakita
111. Duha Syariah
112. Bocil
113. qazwa.id
114. bsalam
115. onehope
116. LadangModal
117. Dhanapla
118. Restock
119. Solusiku
120. pinjamdisini
121. AdaPundi
122. Tree+
123. Assetkita
124. Edufund
125. Finanku
126. Tunasku
127. Uatas

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved