Berita Berau Terkini
Banyak Alat Rusak, BPBD Berau Kurang Maksimal Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan
Kalau untuk memgatasi kebakaran pemukiman cukup lah, tapi mobil pemadam ini tidak bisa mengakses kebakaran hutan.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kebakaran hutan dan lahan masih marak terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Selain lokasi kebakaran sulit diakses dan petugas pemadam kebakaran sangat jarang menemukan sumber air di lokasi.
Pemadaman api juga kurang maksimal lantaran peralatan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau banyak yang rusak dan jumlahnya juga terbatas.
Kepala BPBD Berau, Thamrin, mengakui pihaknya tidak bisa bekerja secara maksimal, karena keterbatasan peralatan.
Kalau peralatan (pemadam api untuk menangani kebakaran hutan dan lahan) sangat minim sekali.
Kalau untuk memgatasi kebakaran pemukiman cukup lah, tapi mobil pemadam ini tidak bisa mengakses kebakaran hutan.
"Jadi yang (peralatan) kurang ini untuk memadamkan api di hutan-hutan," kata Thamrin kepada Tribunkaltim.co pada Minggu (8/9/2019) pagi.
Menurutnya, jumlah personel yang ada sudah mencukupi, karena dibantu oleh jajaran TNI/Polri serta masyarakat.
Sementara itu, Komandan Regu (Danru) I Pemadam Kebakaran Berau, Husaini membenarkan, banyak alat pemadam kebakaran yang sudah tidak layak digunakan.
Termasuk peralatan keselamatan personel petugas pemadam kebakaran.
“Alat-alat ini fungsinya sangat vital ketika terjadi kebakaran,” kata Husaini.
Menurutnya, peralatan yang rusak mayoritas berupa selang, pompa penyedot air, white conection untuk selang, jaket pemadam, nozzle, sepatu tahan api, alat pemotong.
Dan juga breathing aparatus atau alat pernafasan.
Seperti sekarang ini, selang dan pompa air banyak yang tidak bisa digunakan.
Alat-alat itu merupakan pengadaan sejak Damkar masih bergabung dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan hingga kini belum diganti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anggota-polres-berau-yang-tengah-berpatroli-mendapati-area-hutan-yang-terbakar.jpg)