Rabu, 15 April 2026

Tebas Leher Pria yang Nikahi Mantan Pacar, Arifin Kerap Ancam Ibu Gunakan Golok

Pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang tewas setelah ditebas mantan kekasih sang istri

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Rumah pelaku pembunuhan pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, ramai didatangi warga dan pihak berwajib, Jumat (6/9/2019) petang. 

Warga pun tak menyangka 17 hari setelah hingar-bingar pernikahan, korban bernama Aldi (25) dengan sang istri Lastri (20), berujung pada tindakan keji yang menyebabkan Aldi meninggal.

Ketua RT 02 RW 01 Desa Mendelam, Tarmidi, saat didatangi Tribunjateng.com , Jumat (6/9/2019) menuturkan, warga tahu pelaku dan istri korban dekat.

“Namun saling suka atau pacaran kami tidak begitu paham, kami kenal Lastri dan Arifin pelaku pembunuhan karena mereka warga desa sini,” ujarnya, Jumat (6/9/2019) petang.

Tarmidi tak menyangka perbuatan tersebut dilakukan oleh Arifin, yang dikenal dengan sosok pendiam.

“Sebelumnya Arifin juga biasa saja melakukan aktivitas seperti pemuda desa lainnya."

"Kalau korban pendatang dan baru tinggal di sini kurang lebih dua pekan setelah menikah,” paparnya.

Rumah pelaku pembunuhan pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, ramai didatangi warga dan pihak berwajib, Jumat (6/9/2019) petang.
Rumah pelaku pembunuhan pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, ramai didatangi warga dan pihak berwajib, Jumat (6/9/2019) petang. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Hal mengejutkan lainnya diterangkan orangtua pelaku.

Dimana Arifin sering mengancam sang Ibu menggunakan golok.

“Baru-baru ini ia selalu memegang golok saat di rumah. Saya sempat melarangnya, namun justru saya diancam."

"Anak saya bilang jangan ikut campur apalagi menyembunyikan golok, kalau tidak mau dibacok,” papar Mariah ibu pelaku.

Usai kejadian Mariah menjumpai anaknya di rumah, ia pun terkejut karena golok sudah bersimbah darah.

“Tetangga bilang anak saya melakukan pembunuhan. Saat itu saya sedang di warung."

"Awalnya saya tidak begitu percaya, namun saat saya pulang Arifin sedang mencuci golok yang bersimbah darah."

"Saya tidak berani bertanya apa-apa dan secara tiba-tiba anak saya mengacungkan golok ke saya."

"Saya hanya bisa diam karena takut,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved