Selasa, 21 April 2026

Tebas Leher Pria yang Nikahi Mantan Pacar, Arifin Kerap Ancam Ibu Gunakan Golok

Pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang tewas setelah ditebas mantan kekasih sang istri

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Rumah pelaku pembunuhan pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, ramai didatangi warga dan pihak berwajib, Jumat (6/9/2019) petang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PEMALANG - Penyidik Polsek Belik meminta keterangan keluarga pelaku pembunuhan yang menewaskan seorang pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Kasno ayah dari pelaku yang bernama Arifin (25), bahkan sempat dibawa ke Mapolsek Belik.

Kasno sendiri mengaku sedang bekerja saat anaknya melakukan perbuatan keji, dengan menebas leher seorang pemuda bernama Aldi (25).

“Saya sudah dibawa ke Polsek, saya juga memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh pihak berwajib,” ujarnya usai dibawa ke Mapolsek Belik, Sabtu (7/9/2019).

Dilanjutkannya, adanya penangkapan terhadap Arifin membuat keluarga sedikit lega.

“Kami sayang dengan Arifin, tapi kami khawatir karena ia sering mengancam keluarga menggunakan golok.

Antara bingung dan lega kalau melihat anak kami di kantor Polisi.

Karena kalau tidak diamankan ia pasti mengancam keluarga lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi, menerangkan, hingga kini pelaku masih linglung.

“Arifin di bawa ke Mapolres Jumat lalu, hingga kini kondisinya kurang baik, bahkan ia sering bicara ngalor-ngidul tidak jelas,” ujarnya.

Ditambahkan AKP Suhadi, kemungkinan Arifin kesal karena mantan pacarnya dinikahi oleh orang lain.

“Bisa jadi pelaku gelap mata, karena mantan kekasihnya dinikahi oleh Aldi.

Hal itu yang membuat Arifin melakukan tindakan nekatnya,” tambahnya.

Ada kedekatan

Adanya kedekatan diakui warga setempat antara pelaku tebas leher yang mengakibatkan kerongkongan pengantin baru, putus, di Dukuh Penpen Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, dengan istri korban.

Warga pun tak menyangka 17 hari setelah hingar-bingar pernikahan, korban bernama Aldi (25) dengan sang istri Lastri (20), berujung pada tindakan keji yang menyebabkan Aldi meninggal.

Ketua RT 02 RW 01 Desa Mendelam, Tarmidi, saat didatangi Tribunjateng.com , Jumat (6/9/2019) menuturkan, warga tahu pelaku dan istri korban dekat.

“Namun saling suka atau pacaran kami tidak begitu paham, kami kenal Lastri dan Arifin pelaku pembunuhan karena mereka warga desa sini,” ujarnya, Jumat (6/9/2019) petang.

Tarmidi tak menyangka perbuatan tersebut dilakukan oleh Arifin, yang dikenal dengan sosok pendiam.

“Sebelumnya Arifin juga biasa saja melakukan aktivitas seperti pemuda desa lainnya."

"Kalau korban pendatang dan baru tinggal di sini kurang lebih dua pekan setelah menikah,” paparnya.

Rumah pelaku pembunuhan pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, ramai didatangi warga dan pihak berwajib, Jumat (6/9/2019) petang.
Rumah pelaku pembunuhan pengantin baru di Dukuh Penpen, Desa Belik, Kabupaten Pemalang, ramai didatangi warga dan pihak berwajib, Jumat (6/9/2019) petang. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

Hal mengejutkan lainnya diterangkan orangtua pelaku.

Dimana Arifin sering mengancam sang Ibu menggunakan golok.

“Baru-baru ini ia selalu memegang golok saat di rumah. Saya sempat melarangnya, namun justru saya diancam."

"Anak saya bilang jangan ikut campur apalagi menyembunyikan golok, kalau tidak mau dibacok,” papar Mariah ibu pelaku.

Usai kejadian Mariah menjumpai anaknya di rumah, ia pun terkejut karena golok sudah bersimbah darah.

“Tetangga bilang anak saya melakukan pembunuhan. Saat itu saya sedang di warung."

"Awalnya saya tidak begitu percaya, namun saat saya pulang Arifin sedang mencuci golok yang bersimbah darah."

"Saya tidak berani bertanya apa-apa dan secara tiba-tiba anak saya mengacungkan golok ke saya."

"Saya hanya bisa diam karena takut,” imbuhnya.

Adapun Kasno ayah pelaku menambahkan, anaknya dibawa pihak berwajib dan warga pada siang hari.

Pihak keluarga juga menyerahkan segala sesuatunya ke polisi.

“Kami pasrah, kalau anak saya dihukum silakan."

"Karena ia telah melakukan pembunuhan. Kami serahkan semuanya ke pihak berwajib,” tambahnya.

Kasus Aulia Kesuma

Pantas Aulia Kesuma kelabakan saat akan membayar utang sebesar Rp 10 miliar.

Seperti diketahui, Aulia Kesuma kabarnya tega membunuh suami dan anak tirinya, lantaran terjerat utang.

Rincian uutang Rp 10 miliar Aulia Kesuma dipaparkan oleh pihak kepolisian dan juga alasan mengapa ia menanggung hutang fantastis tersebut.

Menurut Kapolsek Sukabumi AKBP Nasriadi, Aulia Kesuma terlilit utang hingga mencapai Rp 10 miliar karena ingin membangun usaha.

Aulia Kesuma memiliki utang atas namanya sendiri senilai Rp 7 miliar di salah satu bank.

Sementara itu, utang senilai Rp 2,5 miliar tercatat atas namanya dan juga suami.

Ditambah lagi utang yang berasal dari kartu kredit yang mencapai Rp 500 juta.

"Jadi sekitar Rp 10 M," kata Nasriadi, seperti dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (29/8/2019).

Lalu apa yang menyebabkan Aulia Kesuma terlilit hutang hingga mencapai Rp 10 milyar?

Nasriadi menyampaikan bahwa hutang-hutang tersebut ia gunakan untuk membangun usaha, salah satunya rumah makan.

 Sebelum Meninggal Dunia Pupung Sadili Sempat Ucapkan Kata-kata Ini Kepada Aulia Kesuma

 Aulia Kesuma Geram Eksekutor Injak Bahu Bukan Leher saat Rekonstruksi: Jangan Belaga Bego Gitu!

 Rekonstruksi Kasus Jasad Terbakar di Mobil: Aulia Kesuma Santai, Sempat Layani Ajakan Ngobrol Warga

Namun, nampaknya bisnis yang ia coba gagal hingga menyebabkan kerugian.

Sementara itu, pasangan ini kabarnya harus membayar cicilan ke bank senilai Rp 200 juta per bulannya.

Aulia Kesuma pun membujuk sang suami, Pupung Sadili untuk menjual rumah mereka demi melunasi hutang yang menumpuk.

Namun, bujukannya tersebut ditolak oleh sang suami lantaran rumah tersebut merupakan peninggalan orang tua.

"Suaminya tidak mau karena rumah ini warisan orangtuanya," ujar dia.

Hal ini yang memicu Aulia Kesuma nekat menyewa pembunuh untuk menghabisi suami dan anak tirinya.

Selain motif utang, Aulia Kesuma disebut juga punya motif sakit hati.

Tempat Kerja Aulia Kesuma bodong?

Melansir dari tayangan iNews Prime edisi 28 Agustus 2019, sebelum terjerat utang dan beralih sebagai wirausaha, Aulia Kesuma diklaim pernah bekerja di sebuah perusahaan bergengsi.

Melansir dari akun Facebook atas nama Aulia Mei Nie (Mei-Mei Auia Kesuma), disebutkan bahwa ia pernah bekerja sebagai financial coordinator di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan dan energi.

Ia bekerja di 'PT. Bangun Energy Resources'.

Menurut pantauan wartawan iNews, alamat perusahaan yang dicantumkan Aulia Kesuma itu tidak dapat ditemukan.

Kondisi perusahaan tempat kerja Aulia Kesuma (iNews)
Kondisi perusahaan tempat kerja Aulia Kesuma (iNews) ((iNews))

Wartawan iNews akhirnya mendapatkan informasi jika perusahaan tersebut, berada di Jalan Cilandak, Jakarta Selatan.

Saat disambangi ke tempat yang dituju, perusahaan itu tak ditemukan.

Pencarian pun berlanjut dengan mencari perusahaan yang memiliki nama yang mirip di daerah Cilandak yaitu PT. Bangun Sarana Energi.

Lagi-lagi, keberadaan perusahaan itu sulit untuk ditemukan.

"Ini kalo gini dimana (sembari memperlihatkan titik di maps)?" tanya wartawan itu pada seorang warga sekitar.

"Ini kan ya, parkiran basament, dia (maps) bilang satu menit dari sini," tambahnya.

Setelahnya, sang wartawan kebingungan mencari lokasi perusahaan yang dimaksud. Ia juga mengaku kesulitan untuk menemukan informasi terkait PT Bangun Energy Resources.

(*)

 Kronologi Penangkapan 2 Pembantu Aulia yang ikut Membunuh Pupung dan Putranya

 Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ayah dan Anak, Tersangka Aulia Peragakan 26 Adegan

 Sebut Suami Tak Kerja & Stres, Aulia Kesuma Minta Publik Tak Lagi Menghakimi: Coba Kalian Jadi Saya

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved