Minggu, 10 Mei 2026

Kualifikasi Piala Dunia 2022

Imbas Kerusuhan Suporter, Laga Timnas Indonesia vs Thailand Bakal Sepi Penonton?

Laga Timnas Indonesia vs Thailand pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 diperkirakan bakal sepi penonton, lantaran imbas kerusuhan suporter

Tayang:
Tribunnews/Abdul Majid
Situasi di SUGBK saat suporter Indonesia yang berada di sisi selatan terlihat masuk ke lapangan dan menggeruduk tribun suporter Malaysia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kerusuhan suporter di laga Timnas Indonesia kontra Malaysia masih menghantui tuan rumah jelang matchday ke-2 Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Laga Timnas Indonesia vs Thailand pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 diperkirakan bakal sepi penonton, lantaran imbas kerusuhan suporter di laga sebelumnya.

//

Usai ditumbangkan Malaysia, pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Timnas Indonesia vs Thailand pada laga kedua putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Pertandingan Indonesia vs Thailand ini akan terlaksana pada Selasa (10/9/2019) malam.

Tanda-tanda sepinya penonton di laga Indonesia vs Thailand sudah terlihat dari jumlah tiket pertandingan yang terjual.

Kabarnya, baru tujuh ribu lembar tiket yang terjual dari PSSI untuk laga Indonesia vs Thailand yang akan kick-off mulai pukul 19.30 WIB itu.

"Baru 7000-an tiket yang terjual. Tetapi, kami memang masih buka secara offline maupun secara online di website," kata Direktur Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo dilansir BolaSport.com, Senin (9/9/2019).

"Ada discount juga 20 persen. Yang diskon itu untuk tribune atas kategori 2. Lalu, kategori 1 dan VIP dan VVIP," ujarnya menambahkan.

Meski diperkirakan sepi, jumlah personel keamanan tak akan berbeda jauh dibandingkan dengan laga sebelumnya kontra timnas Malaysia.

Sebanyak 12 ribu petugas keamanan akan kembali akan kembali dikerahkan PSSI sebagai bentuk tindakan preventif agar kericuhan suporter tak kembali terulang.

Gatot pun menyerukan suporter timnas Indonesia untuk tetap memenuhi laga ini.

Sementara itu, suporter tim tamu tetap mendapatkan jatah tiket sebesar tiga ribu lembar lebih seperti pada laga kontra timnas Malaysia.

"Meskipun diperkirakan tidak sebanyak lawan Malaysia, tetapi keamanan jadi perhatian bersama. Maka tidak akan ada pengurangan jumlah untuk keamanan," tutur Gatot.

"Kuotanya tim tamu juga tetap sama, yaitu lima persen dari jumlah tiket yang dijual. Sekarang, tribune di atas (tribune suporter tamu) dikosongkan."

"Kami tetap mengharapkan dukungan dari suporter Indonesia untuk datang ke SUGBK. Karena memang pertandingan ini masih terbuka untuk penonton," katanya lagi.

Perketat Pengamanan

PSSI tak ingin kecolongan lagi soal keamanan pada laga kandang kedua timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Setelah menjamu timnas Malaysia, kini giliran timnas Thailand yang bertandang ke markas timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/9/2019).

PSSI akan meningkatkan masalah keamanan untuk laga kontra timnas Thailand demi mencegah kericuhan seperti yang terjadi pada laga kontra timnas Malaysia.

Salah satu fokus peningkatan keamanan itu adalah mencegah barang-barang terlarang untuk masuk ke dalam stadion.

Sebagaimana diketahui berbagai benda terlarang seperti botol minumal, smoke bomb, dll menjadi senjata oknum suporter timnas Indonesia meneror suporter Malaysia.

"Ini tentang puluhan ribu orang dan kami juga bicara sinergi PSSI dengan kepolisian," kata Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, Minggu (8/9/2019).

Suporter timnas Malaysia, Ultras Malaya diamankan seusai pertandingan kontra timnas Indonesia melawan Timnas Malaysia pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Suporter timnas Malaysia, Ultras Malaya diamankan seusai pertandingan kontra timnas Indonesia melawan Timnas Malaysia pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Utamanya di area pencegahan. Jadi jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga."

"Pasti kami perketat lagi setelah kejadian kemarin. Namun, PSSI tak bisa sendirian. Kami sangat butuh back up dan koordinasi yang lebih erat lagi dengan kepolisian," ujarnya menambahkan.

Wanita berusia 33 tahun itu berharap timnya tak perlu repot-repot lagi mengurus suporter tim tamu seperti pada laga kontra timnas Malaysia.

Menurutnya, mencegah kericuhan akan lebih berarti ketimbang sukses mengamankan suporter tim tamu.

Dia pun meminta kepada suporter timnas Indonesia untuk menahan diri dalam pertandingan nanti.

"Jangan sampai saat kami lawan Thailand, kami menjalankan sistem mitigasi ini lagi. Tidak perlu," tuturnya menegaskan.

"Tolong kita jalankan sama-sama area pencegahan. Sebagus apapun kami atur sistem dan sebagainya, ini masalah sikap, kesadaran, dan kontrol."

"Kami tahu bagaimana kesedihan saat melihat timnas Indonesia kalah. Namun, kita harus sama-sama mengontrol hal yang bisa dikendalikan, yaitu diri sendiri," katanya lagi.

(*)

Baca Juga:

Timnas Indonesia vs Thailand, Skuad Asuhan Simon McMenemy Diuntungkan Hal Ini

Jadwal Timnas Indonesia vs Thailand Kualifikasi Piala Dunia 2022, Tim Tamu Incar Poin Penuh

Timnas Indonesia vs Thailand, Tim Tamu Dapat Kabar Buruk Soal Pemain Kunci

Kapten Timnas Indonesia Buka Suara Usai Kebobolan 3 Gol dari Malaysia, Hingga Kerusuhan Suporter

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved