Jumat, 5 Juni 2026

Berita Penajam Terkini

PDAM Danum Taka Penajam Paser Utara Terancam Krisis Air, Solusinya Tim akan Turun ke Lapangan

Ia menyatakan, per 27 Agustus 2019, WTP Sotek berhenti beroperasi untuk sementara waktu karena cadangan air yang sangat terbatas.

Tayang:
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM/NIKO RURU
Embung Sungai Bilal menjadi kering saat musim kemarau selama dua bulan pada Maret dan April tahun lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kali ini musim kemarau yang melanda, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyebabkan sumber air baku pemasok Perusahaan Air Minum Daerah atau PDAM Danum Taka, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menipis.

Bahkan ada yang kering sehingga berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Sebut saja pada water treatment plant (WTP) Lawe-Lawe Kecamatan Penajam yang ketinggian airnya menipis hingga 170 centimeter.

Juga embung Sotek Kecamatan Penajam, yang mengalami kekeringan sehingga sehingga pompa intek tidak dapat beroperasi.

Pelaksana tugas (plt) Direktur PDAM Danum Taka, Ahmad Usman menyebutkan, pihaknya dalam waktu dekat akan turun ke lapangan, mencari solusi untuk permasalahan juga sumber air baku lain.

"Tim akan turun ke lapangan. Kondisi saat ini memang terforsir negatif untuk beberapa sumber air kita," katanya, Senin (9/9/2019).

Ia menyatakan, per 27 Agustus 2019, WTP Sotek berhenti beroperasi untuk sementara waktu karena cadangan air yang sangat terbatas.

Ancaman lainnya, yakni pada WTP Lawe-Lawe, yang menyuplai air baku di sebagian wilayah Kecamatan Penajam, diantaranya Kelurahan Penajam, Gunung Steleng, Nipah-Nipah hingga Petung, juga menipis.

"Sangat tipis sekali kondisi airnya, Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah turun hujan sehingga ada pasokan air baku," tambahnya.

Pihak PDAM Danum Taka, hari ini akan meninjau sumber air baku yang dekat dengan WTP Waru. Menurutnya, sumber air baku memiliki potensi debit air bakunya cukup banyak, sehingga dalam musim apapun cukup untuk pemenuhan kebutuhan sambungan rumahnya.

Sumber air baku tersebut berada pada waduk di Desa Sesulu yang juga memiliki debit air cukup besar, sehingga berpotensi dibangun WTP disana.

"Sehingga jika terbangun, bisa memenuhi kebutuhan baku di Kecamatan Waru, dan memungkinkan mengaliri hingga Kelurahan Petung. Sehingga, Kelurahan Petung yang sebelumnya mengandalkan WTP Lawe-Lawe, akan dicover oleh WTP disana, dan WTP Lawe-Lawe memaksimalkan arah ke Penajam," terangnya.

Ia berharap pembangunan WTP di waduk Sesulu bisa dilakukan secepatnya, minimal pada awal 2020 mendatang. Waduk tersebut memiliki luas 30 hektare, berada dibawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan Timur. Pemkab PPU akan membangun koordinasi persoalan perijinan pemanfaatan air baku disana.

Saat ini, untuk sambungan rumah di areal kelurahan Penajam hingga Petung, yang berasal dari WTP Lawe-Lawe, dilakukan distribusi bergilir.

Nah, musim kemarau diprediksi berakhir minggu ketiga bulan Oktober hingga akhir November 2019. Sedangkan debit air baku yang ada sekarang, dikalkulasikan hanya bisa bertahan satu bulan lamanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved