WNA Kanada Tertipu Rp 1 Miliar, Berawal Ingin Beli Tanah di Badung Bali
Seorang WNA Kanada bernama Cristof yang berencana membeli sebidang tanah di Bali melalui notaris di Badung tertipu.
TRIBUNKALTIM.CO-Seorang WNA Kanada bernama Cristof yang berencana membeli sebidang tanah di Bali melalui notaris di Badung tertipu.
Awalnya, salah satu notaris di Badung kemudian menjelaskan, korban harus membuat perjanjian sekaligus menjelaskan pembayarannya dengan cara transfer dan jika genap Rp 1,3 miliar, maka transaksi akan terjadi.
Kemudian pada Kamis (14/3/2019) korban mentransfer uang sebesar Rp 340 juta ke rekening yang diberikan dan mengirim bukti transfer ke email milik notaris dengan alamat dar*******_notaris@yahoo.com.
Namun demikian, Polda Bali telah mengamankan pelaku pembajakan email dengan meminta uang sejumlah Rp 1 miliar.
Pelaku tersebut adalah S (34) asal Yogyakarta, dan R (30) Jakarta Barat.
Dalam jumpa pers terkait kasus email hijacking atau pembajakan email yang berhasil diungkap kepolisian, Dir Krimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho menjelaskan,
tanggal 15 Maret 2019, korban menerima email dari alamat email yang sama dari notaris itu yang isinya bahwa agar pembayarannya diubah melalui rekening BRI Jakarta atas nama pelaku S.
Kemudian korban melakukan tiga kali transfer sampai berjumlah Rp 1 miliar lebih.
Selanjutnya, korban mengirim pesan melalui whatsApp ke notaris untuk menanyakan uang pembayaran tersebut.
Namun ternyata menurut keterangan notaris uang yang masuk baru Rp 340 juta dan tidak pernah mengganti rekening.
"Dari kejadian tersebut, notaris baru sadar bahwa alamat emailnya telah dibajak oleh orang untuk melakukan penipuan," ujarnya.
Dari hasil laporan tersebut, ditemukan data bahwa benar pelaku S menerima uang transferan ke rekeningnya sejumlah lebih dari Rp 1 miliar dan dikirim kembali ke pelaku R.
"Di mana pelaku S dan R digunakan sebagai rekening penampung.
Terhadap keberadaan pelaku utama yang melakukan pembajakan terhadap akun email tersebut saat ini masih dilakukan penyelidikan.
Kalau untuk sekongkol di antara notaris ini kami masih proses penyelidikan juga. Jadi ini kan pelaku yang memang mengaku menerima uang tersebut dan pasti kita melakukan pengembangannya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-penipuan-sms_20160409_222030.jpg)