Kecelakaan Kembali Terjadi di Cipularang, Wanita Indigo Sebut ada yang Tak Beres di Lokasi Tersebut

Kali ini truk hangus terbakar usai terlibat Kecelakaan di ruas Tol Cipularang tepatnya di KM 91+500 arah Jakarta di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kecelakaan Kembali Terjadi di Cipularang, Wanita Indigo Sebut ada yang Tak Beres di Lokasi Tersebut
Istimewa/Tribun Jabar
Truk terbalik dan terbakar di Tol Cipularang 

Bahkan ia juga sering membuat kendaraan jadi oleng.

"Tapi kalau saya lihat sosok apa yang ada di sana, sosoknya itu kayak bapak-bapak botak.

"Kayak buta gitu, bapak-bapak botak kepalanya, terus bulet gitu.

"Dan dia sering mengganggu dengan menginjak-injakkan kakinya sehingga orang kadang merasa oleng gitu.

"Terus juga (ada) angin gede," katanya.

Daerah Black Spot

Iptu Asep Kusmana yang saat itu menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Satuan Lalulintas Polres Purwakarta mengatakan, ruas Tol Cipularang antara KM 100 hingga KM 90 merupakan daerah black spot.

Pria yang saat ini menjadi Kanit Regiden Polres Sumedang menyebut, jalur itu disebut blackspot karena di wilayah itu menjadi lokasi yang rawan Kecelakaan yang mengakibatkan korban.

Asep mengatakan, di sekitar lokasi memiliki beberapa faktor penyebab Kecelakaan.

Kecelakaan terjadi disebabkan faktor human error maupun faktor geometrik jalannya.

"Di lokasi blackspot Cipularang menjadi titik lelah pengemudi, kemudian kontur jalannya turunan, tanjakan dan dikombinasi dengan banyak tikungan," kata Asep kepada Tribun Jabar saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Ciseureuh, Purwakarta.

Mengantuk atau kelelahan saat mengemudi sangat fatal sekaligus meningkat kemungkinan Kecelakaan.

Asep menjelaskan, selain faktor jalan dan kendaraan, Kecelakaan yang fatal terjadi karena pengemudi mengalami Microsleep.

Microsleep adalah tidur sementara secara mendadak dalam beberapa detik yang biasanya terjadi karena kelelahan atau kebosanan.

Karena Microsleep itulah di jalur masuk Purwakarta dari arah Bandung itu sering terjadi Kecelakaan.

"Karena mengantuk menjadi faktor paling tinggi Kecelakaan di situ, meski microsleep itu hanya beberapa detik tapi akibatnya fatal, dan hampir selalu tabrak belakang kendaraan," ujar dia.

Ditambah lagi, saat Kecelakaan terjadi karena mengantuk, bisa dipastikan tidak ada pengereman dengan jarak yang cukup sebelum Kecelakaan.

Oleh karena itu, efek Kecelakaan di Tol Cipularang seringkali sangat parah hingga menimbulkan korban jiwa.

Di Tol Cipularang KM 90an, Asep menduga banyak pengemudi mobil yang memacu kendaraannya karena telah mengebut di jalan yang lurus sebelumnya.

Pada saat memasuki kontur jalan yang berkelok-kelok, pengemudi kurang antisipasi dan seringkali oversteer atau understeer.

Understeer merupakan gejala pada saat mobil cenderung sulit untuk berbelok akibat roda depan kehilangan traksi dan memasuki tikungan terlalu cepat.

Sementara oversteer merupakan gejala mobil yang kehilangan traksi pada area ban belakang ketika sedang menikung di jalan dan mengakibatkan tergelincir dan hilang kendali.

"Setelah jalan KM 100-an itu kan lurus, ngebut tuh, karena melebihi kecepatan bisa oversteer atau tekor saat berbelok."

"Tapi paling banyak karena faktor kelelahan atau mengantuk," katanya.

Asep mengimbau pengguna jalan tol yang melintasi Purwakarta untuk tetap berhati-hati dan selalu menjaga kewaspadaannya saat mengemudi.

Ia menyarankan agar pengemudi bisa melakukan istirahat yang cukup di sejumlah rest area yang telah tersedia.

"Setiap dua jam sekali disarankan untuk istirahat untuk menghindari kelelahan atau microsleep saat berkendara."

"Atur kecepatan dan jarak aman di dalam tol, hal itu tidak cuma angka," katanya.

Jalan Tol Cipularang alias Cikampek - Purwakarta - Padalarang menghubungkan Jakarta-Bandung.

Tol Cipularang dianggap sebagai jalur paling efektif dalam memangkas waktu perjalanan antara dua kota besar ini.

Jalan tol ini melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat.

 (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved