Minggu, 26 April 2026

Malaysia Tuding Indonesia Penyebab Kabut Asap, Menteri LH Akan Ajukan Protes

Akibat tudingan itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya tak terima tudingan tersebut.

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Ilustrasi-kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan. 

TRIBUNKALTIM.CO-Pemerintah Malaysia menuding pembakaran hutan dan lahan di Indonesia menjadi penyebab kabut asap di sejumlah wilayah bagian di negara tersebut.

Akibat tudingan itu,  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya tak terima  tudingan tersebut. 

Bahkan dia berencana mengirimkan surat protes ke Duta Besar Malaysia.

"Saya akan menulis surat kepada Dubes (Malaysia) untuk diteruskan kepada Menterinya. Jadi saya kira supaya yang betul datanya," ujar Siti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/9/2019) seperti dikutip dari artikel Kompas.com.

Siti menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau pergerakan asap karthutla.

Menurut dia, berdasarkan hasil rapat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap sempat melintasi batas Indonesia hanya satu jam yakni pada Minggu (8/9/2019).

Siti menilai ada informasi yang ditutupi oleh Malaysia soal persoalan asap karhutla. Dia menyebut bahwa asap karhutla juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Serawak dan Semenanjung Malaya.

"Asap yang masuk ke Malaysia, ke Kuala Lumpur, itu dari Serawak kemudian dari Semenanjung Malaya, dan juga mungkin sebagian dari Kalimantan Barat. Oleh karena itu seharusnya obyektif menjelaskannya," kata dia.

Dia pun meminta agar Malaysia menyajikan data yang tepat soal kabut asap yang menyelimuti wilayahnya.

Ia meminta Malaysia tak hanya menyalahkan Indonesia sebagai penyebab tunggal kabut asap.

"Karena pemerintah Indonesia betul-betul secara sistematis mencoba menyelesaikan ini dengan sebaik-baiknya. Tetapi memang harus jelas sumber dari mana, data dari mana. Polanya seperti apa," jelasnya.

Malaysia gusar

Malaysia tengah mempersiapkan untuk membuat hujan buatan setelah kualitas udara di sejumlah negara bagian mencapai level yang tidak sehat.

Hal tersebut akibat adanya kabut asap yang datang dari kebakaran hutan yang terjadi di negara tetangganya, Indonesia.

Kabut asap akibat kebakaran hutan telah rutin menyelimuti sebagian negara di Asia Tenggara setiap musim kemarau, baik lantaran aksi pembukaan lahan, maupun karena faktor alami.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved