Operasi Patuh Mahakam 2019, Permintaan SIM di Polres Balikpapan Meningkat 100 Persen
Operasi Patuh Mahakam 2019 di wilayah Polres Balikpapan membuat permohonan Surat Izin Mengemudi meningkat 100 persen di Satlantas Polres Balikpapan
Penulis: Zainul | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Operasi Patuh Mahakam 2019 yang digelar di wilayah Polda Kaltim berlangsung sejak tanggal 5 September hingga 11 September 2019 ini.
Berhasil menjaring ribuan pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
Kebanyakan lantaran minim kelengkapan surat-surat kendaraan dan persyaratan dalam berkendara seperti kepemilikan Surat Izin Mengemudi atau SIM yang masih berlaku.
Dari ribuan pengendara yang terjaring razia, Operasi Patuh Mahakam 2019 tersebut, mayoritas diantaranya tidak memiliki SIM dan sudah habis masa berlakunya SIM mereka.
Lantaran hal itu, permintaan pengurusan SIM di wilayah Polres Balikpapan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Menurut Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasatlantas Polres Balikpapan AKP Anak Agung Alip, jumlah permintaan SIM di wilayah Satlantas Polres Balikpapan mengalami peningkatan 100 persen di banding dari hari-hari biasanya.
Hal ini terjadi sejak digencarkannya kegiatan Operasi Patuh Mahakam 2019 di wilayah Kota Balikpapan dan sekitarnya.
"Sejak digelarnya Operasi Patuh Mahakam 2019 terlah berdampak pada meningkatnya permohonan SIM di Polres Balikpapan.

Dari sebelumnya rata-rata hanya 100 hingga 150 per hari, saat ini menjadi 300-400 permohonan dalam seharinya," ungkapnya, Kamis (12/9/2019).
Namun demikian, peningkatan jumlah perminta SIM tersebut kata AKP Anak Agung Alip tidak berdampak buruk pada ketersediaan blanko SIM di wilayah Polres Balikpapan.
• Jalankan Operasi Patuh 2019, Polisi Ini Razia Mertuanya Sendiri
• Informasi Titik Razia Tersebar di Media Sosial, Begini Dampaknya Pada Operasi Patuh Mahakam 2019
• 11 Hari Razia Operasi Patuh Mahakam 2019 , Satlantas Polresta Samarinda Tilang 2014 Pelanggar
“Memang meningkat jumlahnya yang mengajukan permohonan urus SIM sejak digelar Operasi Patuh Mahakam 2019.
Tapi tidak usah khawatir aman blankonya,” ujar Anak Agung Alit
Menurutnya, jika stok blanko SIM berkurang, Polres Balikpapan akan mengajukan ke Polda Kaltim untuk meminta tambahan.
Sehingga dia memastikan masyarakat tidak khawatir karena tak akan kehabisan stok blanko SIM.
“Kalau stok mau habis kan kita ajukan ke Polda, jadi gak mungkin sampai kehabisan stok blanko. Cuma memang berkurang,” jelasnya.

Info Titik Razia Tersebar di Medsos
Pesan berantai terkait jadwal Operasi Patuh Mahakam 2019 yang berlangsung sejak 29 Agustus sampai 11 September 2019 di wilayah Kota Balikpapan tersebar luas melalui grup Watshap dan media sosial.
Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi jajaran Satlantas Polres Balikpapan yang melakukan giat razia disejumlah titik.
Pasalnya bocornya informasi razia tersebut dikhawatirkan dapat menghambat capaian target Operasi Patuh Mahakam 2019 sebanyak 1.500 pelanggar di wilayah Polda Kalimantan Timur.
Kasat Lantas Polres Balikpapan, AKP Anak Agung Alit mengatakan pesan berantai tersebut dinilai tidak menjadi persoalan.
Sebab pihaknya tidak bisa melarang warga yang bisa saja sewaktu-waktu menginformasikan kegiatan razia mereka di sejumlah titik ketika melintas.
Selain itu juga tidak ada didalam aturan yang berlaku untuk melarang warga menginformasikan giat razia.
"Tidak jadi masalah pesan berantai ramai tersebar di media sosial.
Lagi pula tidak bisa dilarang juga warga datang terus foto-foto di situ dan mengabari teman-temannya," katanya.
Sementara itu, capaian target pelanggaran pengendara di wilayah Kota Balikpapan hingga memasuki hari ke 11 pelaksaan Operasi Patuh Mahakam 2019 sudah mencapai lebih dari 788 pelanggar.
• 11 Hari Razia Operasi Patuh Mahakam 2019 , Satlantas Polresta Samarinda Tilang 2014 Pelanggar
• Operasi Patuh Mahakam 2019, Baru 2 Jam Razia, Polres Kutim Sudah Jaring 65 Pelanggar
• Sepekan, 940 Pengendara Terjaring Operasi Patuh, Tak Ada Ampun untuk Tipe Pengendara Ini

Meski begitu Agung mengatakan pihaknya mempunyai strategi tersendiri untuk mengantisipasi hal tersebut.
Agung mengatakan pihaknya tetap optimis capaian targetnya tetap akan terpenuhi meskipun ramainya pesan berantai di media sosial.
"Kami juga punya strategi sendiri.
Meskipun ada pesan berantai itu nggak berpengaruh sih dengan razia.
Capaian kami aja sekarang sudah 60 persen," ungkapnya.
Pihaknya juga mengaku tetap menjalankan giat razia Operasi Patuh Mahakam 2019 seperti biasanya dengan berpatokan menyasar 7 jenis pelanggaran.
Diantaranya adalah tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, melawan arus, pengendara dibawah umur, melebihi batas kecepatan, menggunakan HP saat berkendara, berkendara dalam keadaan mabuk, dan penggunaan lampu rotator yang bukan peruntukannya. (*)
(*)