Kamis, 30 April 2026

Berita Berau Terkini

Pemadaman Listrik PLN Berau akan Berlangsung Hingga 17 September 2019, Begini Alasannya

Mesin pembangkit ini kan bekerja 24 jam selama beberapa bulan, sehingga perlu perawatan.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
PT PLN tengah melakukan perawatan salah satu pembangkit di Pembangkit Litsrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Berau, Kalimantan Timur, akhirnya angkat bicara tentang penyebab pemadaman listrik yang akan berlangsung hingga 17 September 2019 nanti.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), Hendra kepada para wartawan, termasuk Tribunkaltim.co mengatakan, pemadaman bergilir ini disebabkan boiler unit II Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Bayur dalam masa perawatan.

Hendra menjelaskan, PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara itu sudah memasuki masa pemeliharaan tungku pembakaran.

Video Pilihan:

Dalam tungku pembakaran, terdapat insulator yang terbuat dari cor semen.

Insulator ini lama kelamaan terkikis habis karena suhu tinggi dalam ruang pembakaran.

“Sehingga perlu dilapisi ulang, kalau tidak segera diperbaiki justru akan merusak mesin (PLTU),” kata Hendra.

Sumber listrik PLN Kabupaten Berau berasal dari 4 unit mesin PLTU. 3 unit di PLTU Lati dengan kapasitas 3X7 megawatt dan satu unit di PLTU Teluk Bayur berkapasitas 7 Megawatt.

“Mesin pembangkit ini kan bekerja 24 jam selama beberapa bulan, sehingga perlu perawatan. Saat perawatan dilakukan, salah satu unit pembangkit ini akan keluar dari sistem (jaringan listrik PLN),” jelasnya.

Saat salah satu mesin pembangkit keluar dari jaringan, otomatis mesin pembangkit tidak mampu memenuhi kebutuhan beban puncak yang mencapai 26 megawatt.

Menurut Hendra, beban puncak pemakaian daya listrik, setiap tahun mengalami lonjakan.

“Tahun kemarin (2018), beban puncak kita hanya 22 megawatt. Tahun ini menjadi 26 megawatt, artinya ada kenaikan sampai 4 megawatt hanya dalam satu tahun,” ungkapnya.

Kenaikan ini, menurutnya disebabkan oleh tingginya pertumbuhan penduduk serta peningkatan infrastruktur publik maupun untuk kebutuhan rumah tangga.

“Beban puncak setiap tahun meningkat, karena ada pelanggan yang pasang baru dan tambah daya.

Karena itu, saat salah satu mesin pembangkt dalam proses perawatan, pemadaman listrik secara bergantian terpaksa dilakukan.

Hendra berharap, masyarakat Berau bersabar menunggu proses perawatan hingga selesai.

Perawatan mesin pembangkit listrik ini, kata Hendra juga untuk memastikan, pasokan listrik ke pelanggannya tetap terjamin hingga beberapa tahun ke depan.

Hendra menambahkan, lamanya durasi pemadaman bergilir ini merupakan estimasi. Namun pihaknya berjanji akan bekerja maksimal agar PLTU Teluk Bayur Unit II yang sedang dalam perawatan itu, bisa segera dioperasikan kembali.

Menurutnya, jadwal pemadaman berguilir yang disebarkan oleh PT PLN kepada masyarakat melalui berbagai lini media sosial itu, sewaktu-waktu dapat berubah, disesuaikan dengan kondisi pembangkit, gangguan jaringan serta cuaca.

“Apa bila terdapat pemadaman listrik di luar jadwal tertera, maka hal tersebut disebabkan oleh faktor gangguan force major atau hal-hal lain yang tidak dapat diprediksi,” ujarnya.

Manejemen PT PLN juga mengimbau kepada masyarakat, agar berhati-hati saat menggunakan penerangan alternatif untuk mencegah bahaya kebakaran.

Di tempat terpisah, PT PLN (Persero) Unit Melak melakukan rapat sosialisasi lanjutan Bakti Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di Ruang Rapat Diklat Lantai III Kantor Bupati.

Rapat dipimpin langsung oleh Asisten I Setkab Kutai Barat DR Misran Effendi S STP M S dihadiri Camat Melak, Nyuatan, Damai, Muara Lawa, Sekcam Melak, serta perwakilan dari Kecamatan Barong Tongkok, Linggang Bigung dan Manajer ULP Melak Aziz Asyari, Senin (2/9/2019).

Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Samarinda Hendra Manurung menjelaskan kegiatan bakti PDKP juga digabungkan dengan kegiatan-kegiatan pihak ketiga dari PLN. Untuk diketahui tingkat ganguan di Kubar pada jaringan 20 KV masih sangat tinggi, sehingga sering terjadi pemadaman.

Kejadian tersebut setelah ditelusuri akibat kejatuhan pohon atau ranting, oleh sebab itu dengan kegiatan PDKB kita ingin meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kutai Barat.

Hendra Manurung menambahkan pada Februari lalu sudah dilakukan pembersihan jaringan. Kegiatan ini merupakan lanjutan sehingga dalam pelaksanaannya PT PLN melakukan koordinasi dengan para Camat sebagai langkah awal pelaporan jika PLN akan melakukan pembersihan kembali di jalur-jalur yang ada di lima kecamatan.

Sekali lagi kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk meminta izin kepada para camat dan petinggi didaerah-daerah yang akan dilakukan kegiatan pembersihan.

Dalam kegiatan apel PDKB dan malam ramah-tamah secara khusus PLN juga mengundang para Camat dan petinggi untuk hadir, tujuannya agar tim yang ada dilapangan bisa lebih dekat dengan masyarakat.

"PLN tentunya juga tidak ingin ada pemadaman listrik, oleh sebab itu kita ingin melalui kegiatan ini keesokannya tidak ada lagi pemadaman akibat pohon dan ranting ketika hujan menimpa jaringan," kata Hendra Manurung.

Asisten I Misran Effendi juga menyarankan PLN agar memberikan apresiasi/penghargaan kepada masyarakat yang sudah memberikan pohonnya untuk dipangkas, dimana dalam kegiatan ini murni tidak ada tali asih, oleh sebab itu dengan pemberian penghargaan dari PLN akan sangat berdampak positif bagi masyarakat, pemerintahan kampung dan kecamatan yang mendukung program PLN.

Misran Effendi menambahkan, daerah/lokasi mana yang perlu didahulukan agar bisa dikerjakan terlebih dahulu dan dalam pengerjaannya harus berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

"Setiap kegiatan yang dilakukan PT PLN harus berkoordinasi dengan camat, walupun yang dipangkas hanya ujung dari pohon masyarakat. Karena pengalaman sudah membuktikan jika tidak dikoordinasikan dengan camat ada saja permasalahan yang timbul dilapangan, oleh sebab itu melalui pemberitahuan camat atau petinggi bisa melakukan pendampingan dalam kegiatan tersebut," kata Misran Effendi.

Pemkab Kubar juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mendukung dan bahkan rela pohonnya ditebang untuk kelancaran bersama.

Hal ini tidak terlepas dari peran serta kecamatan dan petinggi yang sudah memberikan pemahaman kepada warga masyarakatnya. Dan untuk kesuksesan kegiatan PLN di lapangan maka harus selalu berkoordinasi.

Dalam kesempatan yang sama Camat Muara Lawa, Camat Damai, Camat Melak, Sekretaris Kecamatan Sekolaq Darat menyampaikan jika PLN melakukan kegiatan diharapkan bisa menyampaikan informasi, jangan kegiatan dilakukan secara tiba-tiba, tujuannya dengan adanya pemberitahuan dari PLN pihak kecamatan, bisa menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.

Pihak kecamatan tentunya sangat mendukung langkah dan upaya yang dilakukan oleh PT PLN untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Tonton Juga:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved