Jatuhkan 36 Ton Bom di Pulau Qanus, Cara Milter Amerika Serikat Basmi Anggota Isis
Untuk "membasmi" anggota ISIS yang bermukim di sebuah Pulau Qanus di utara Irak, militer Amerika Serikat ( AS) dilaporkan menjatuhkan 36 ton bom
TRIBUNKALTIM.CO-Untuk "membasmi" anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) yang bermukim di sebuah Pulau Qanus di utara Irak, militer Amerika Serikat ( AS) dilaporkan menjatuhkan 36 ton bom
Untuk menyatuhkan bom sebanyak itu, jet tempur F-15 dan F-35 dikerahkan dalam operasi gabungan koalisi dengan Dinas Kontra-Terorisme Irak tersebut.
Tayangan serangan dari militer AS ke pulau berisi anggota ISIS, juga dikenal sebagai Daesh, diunggah oleh koalisi di Twitter, dikutip Sky News Rabu (11/9/2019).
Juru bicara koalisi pimpinan AS dilansir The Independent menerangkan, serangan itu kemudian dilanjutkan operasi darat yang dilakukan pasukan Irak.
Operasi itu bertujuan untuk memutus "pusat transit utama" bagi kelompok ISIS yang terhubung antara padang gurun Jazeera dengan Region Mosul.
Mayor Jenderal Eric T Hill mengklaim mereka, mempersempit kemampuan ISIS untuk bersembunyi di Pulau Qanus.
"Kami memberi kondisi bagi sekutu menciptakan ketenteraman di kawasan," katanya.
Foto udara kemudian menunjukkan bagaimana pulau sepanjang 2,4 kilometer itu sebelum dan sesudah jet tempur AS menjatuhkan puluhan bom ke target.
Pulau itu pun membara ketika puluhan bom dijatuhkan secara cepat, menciptakan ledakan besar yang disertai gumpalan api serta asap membubung ke angkasa. Berdasarkan gambar yang dirilis, pulau itu nampaknya tidak berpenghuni.
Namun kondisi berbeda terlihat di bagian tepi Sungai Tigris. Tak dijelaskan apakah warga sipil telah dievakuasi.
Pada Februari, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan koalisi telah "membebaskan" seluruh wilayah yang awalnya dikuasai ISIS di Irak maupun Suriah.
Meski begitu, masih ada sejumlah kecil simpatisan yang memutuskan untuk bersembunyi, dan terlibat dalam beberapa insiden mematikan yang berlangsung di Irak.
Serangan itu terjadi di hari yang sama ketika Trump memecat John Bolton sebagai Penasihat Keamanan Nasional, yang dikenal sebagai sosok kontroversial. (*)
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/video-pendek-yang-dirilis-komando-pusat-angkatan-udara-amerika-serikat-us-afcent.jpg)