Selasa, 28 April 2026

Darurat Kabut Asap

24 Titik Api di Kaltim, Shahar: Warga Bakar Lahan Lalu Ditinggal, Dishut Terjunkan Personil ke Paser

Masih banyaknya warga di wilayah Kaltim melakukan membuka lahan dengan membakar. Hal ini membuat potensi kebakaran hutan dan lahan semakin besar.

TRIBUN KALTIM/ PURNOMO SUSANTO
Kepala Seksi Pengendali Kerusakan dan Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim, Shahar Al Haqq saat menemui mahasiswa Unmul Samarinda yang menggelar aksi demonstrasi soal lambannya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Karhutla, pada Selasa (17/9/2019), pukul 13.00 WITA, di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - 24 Titik Api di Kaltim, Shahar: Warga Bakar Lahan Lalu Ditinggal, Dishut Terjunkan Personil ke Paser

Masih banyaknya warga di wilayah Kaltim melakukan membuka lahan dengan membakar.

Hal ini membuat potensi kebakaran hutan dan lahan semakin besar.

Dinas Kehutanan Kaltim mencatat, sedikitnya ada 24 titik api di seluruh wilayah Kaltim. Dan kebanyakan, titik api timbul karena pembukaan lahan dengan dibakar.

Kepala Seksi Pengendali Kerusakan dan Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim, Shahar Al Haqq mengungkapkan, dari 24 titik api yang ditemukan oleh pihaknya bisa saja berubah dalam waktu beberapa menit saja.

Ia juga memerintahkan anggotanya, untuk melakukan penjagaan di lokasi titik api.

“Warga itu membuka lahan dengan cara dibakar. Setelah membakar, mereka tinggalkan.

Nah, itulah yang membuat api menjalar sampai membakar hutan,” ujarnya saat diwawancara awak Tribunkaltim.co usai dirinya menemui perwakilan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, pada Selasa (16/9/2019), pukul 13.00 WITA.

Namun demikian, disampaikan Sharar, titik api di wilayah Kaltim paling sedikit dibandingkan seluruh daerah di seluruh Indonesia yang juga mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Akan tetapi, pengaruh asap kiriman dari luar Kaltim ditambah berasal dari Kaltim sendiri cukup mengkhawatirkan.

Bahkan, pihaknya saat ini menyatakan siaga 3.

“Kita paling sedikit. Dari 24 titik api, terbanyak ada di Kabupaten Paser. Nah, saat ini kita sedang mengirimkan 50 anggota Polisi Hutan (Polhut) ke sana untuk melakukan pengendalian kebakaran hutan.

Kita ini bukan memadamkan. Tapi hanya mengendalikan saja. Kita juga menetapkan siaga 3. Terhadap penetapan siaga itu, kami melakukan penjagaan,” paparnya.

BACA JUGA

Kabut Asap Terus Menyelimuti, Singapura Bentuk Satgas dan Siap Bantu Indonesia Padamkan Karhutla

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved