Murid SD di Berlin Dipulangkan, Gara-gara Temuan Senjata Kimia Sisa Perang Dunia I
Seorang pekerja menemukan botol yang berisikan zat kimia beracun sisa Perang Dunia I, Senin (16/9/2019) kemarin.
TRIBUNKALTIM.CO-Seorang pekerja menemukan botol yang berisikan zat kimia beracun sisa Perang Dunia I, Senin (16/9/2019) kemarin.
Penemuan botol ini saat pekerja tersebut menggali di lokasi konstruksi proyek dekat Leonardo Da Vinci Comprehensive School dan sebuah sekolah dasar di Postdam, dekat Berlin.
Siswa yang lebih tua diizinkan untuk meninggalkan sekolah tanpa pendampingan, sementara siswa yang lebih muda harus menunggu orang tua untuk menjemput mereka.
Jumlah dari zat kimia berbahaya tersebut sangat kecil, sehingga tidak berbahaya bagi para siswa, seperti yang diungkapkan juru bicara dewan Kota Postdam, Juliane Güldner.
Namun begitu, beberapa pekerja mengalami gangguan pernapasan. Zat kimia tersebut biasa digunakan untuk uji coba ketahanan masker gas.
Pasukan dari Explosive Ordnace Disposal (EOD) atau yang biasa kita kenal dengan istilah pasukan gegana, mengamankan botol-botol tersebut untuk dianalisis lebih lanjut.
Kompleks perumahan
Proyek konstruksi di Jerman biasanya melakukan proses pemindaian terhadap bom-bom tersembunyi sebelum masuk ke tahap penggalian.
Kota Postdam diketahui banyak memiliki lapangan, yang sering digunakan pihak militer hingga tahun 1990-an.
Di beberapa lapangan tersebut sudah sering dilakukan pemindaian berkala terhadap amunisi sisa perang dan sisanya sedang dipersiapkan untuk proyek pengembangan perumahan ketika adanya penemuan tersebut, seperti yang diberitakan harian lokal Märkische Allgemeine.
Temuan rutin
Evakuasi pencegahan sering dilakukan di seluruh Jerman.
Di tahun 2015, sebuah bom di Hanover seberat 250 kg berhasil dijinakkan pada malam hari yang mengharuskan 31.000 warganya dievakuasi. Bom tersebut tidak terdeteksi selama 70 tahun terakhir di bawah sebuah bangunan sekolah.
Penemuan bom terbesar di Jerman terjadi pada tahun 2011 di Koblenz, dimana 45.000 orang harus dievakuasi, ketika petugas harus menjinakkan bom yang ditemukan di dasar sungai yang kering.
Tahun 2014, sebuah bom di Postdam seberat 250 kg juga berhasil dijinakkan setelah melakukan evakuasi singkat kantor parlemen Brandenburg. Bom tersebut diketahui berasal dari Inggris, saat Inggris menyerang Jerman pada 14 April 1945.
Tahun 2011, sekitar 45.000 orang harus dievakuasi ketika sebuah bom peninggalan perang ditemukan di bagian barat Kota Koblenz. (*)
Baca Juga
• Polandia Puji Rekonsiliasi Pasca-perang, Presiden Jerman Minta Maaf Kepada Korban Perang Dunia II
• Ledakan Mortir Peninggalan Zaman Perang Dunia II, TNI Tutup Jalan Sangatta Bengalon
• Saat Salah Ketik atau Typo Berjasa Hentikan Perang Dunia II, Berikut Kisahnya
• Atribut Partai Demokrat Dirusak di Pekanbaru, SBY Teringat Sengkarut Perang Dunia Kedua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/penemuan-senjata-kimia-peninggalan-perang-dunia-i-sekolah-di-jerman-dievakuasi.jpg)