Film

Kontroversi Film The Santri, Wirda Mansur Tanggapi Santai, Yusuf Mansur Minta Doa

Trailer film The Santri telah dilemparkan ke publik pada 9 September 2019 lalu dan langsung ditanggapi berbagai pihak.

Kontroversi Film The Santri, Wirda Mansur Tanggapi Santai, Yusuf Mansur Minta Doa
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siroj didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, Sutradara Film Livi Zheng dan Komposer Purwacaraka adakan konperensi pers rencana produksi film berjudul The Santri, Senin (9/9/2019) yang berlangsung di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta. Film ini dibintangi antara lain, Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur dan Emil Dardak. 

3. Wirda Mansur santai menanggapi

Setelah dikritik pedas oleh berbagai pihak, Wirda Mansur akhirnya angkat bicara.

Melalui unggahan video di Instagramnya @wirda_mansur, Wirda menyanyikan sebuah lagu berjudul Man Ana bersama seorang santri.

Wirda Mansur santai menanggapi
Wirda Mansur santai menanggapi

Wirda kemudian menulis bahwa menjadi seorang santri harus multi talenta.

Entah itu menjadi pengusaha, dokter, polisi, atau profesi lainnya.

Soal santri bermain film, ia pilih menanggapi dengan santai.

Wirda memilih untuk tetap berkarya dan berprestasi.

Segala masukan akan diterimanya untuk introspeksi diri.

Wirda juga menyelipkan ucapan terimakasih di akhir tulisan.

4. Wagub Jabar nilai kebablasan

Tanggapan juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Uu yang juga menjadi Panglima Santri Jawa Barat ini menyayangkan sekaligus keberatan terhadap cerita film tersebut.

"Saya melihat trailer film (The) Santri di youtube, saya merasa keberatan," kata Uu di Bandung, Selasa (17/9/2019) dikutip dari Tribun Jabar.

Uu menilai, sejumlah adegan dalam trailer film tersebut tak sesuai dengan kehidupan sesungguhnya di pesantren.

Termasuk adegan kedekatan antara laki-laki dan perempuan.

"Santri tidak seperti di film itu, pacaran, begitu dekat antara laki dan perempuan,"

Lebih lanjut, Uu menilai sikap toleransi dalam film The Santri yang menurutnya kebablasan.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum (Tribun Jabar/Isep Heri)

Orang nomor 2 di Jawa Barat tersebut khawatir apabila film tersebut dibiarkan, masyarakat awam akan memiliki penilaian yang berbeda tentang kehidupan santri.

"Saya takut, oh ternyata santri itu begitu. Sekalipun saya sebagai orang pesantren belum melaksanakan sebagai santri teladan, tetapi santri tidak seperti di film itu," katanya.

Uu juga khawatir jika nantinya orang-orang justru menjadikan film tersebut sebagai tuntunan.

Terlebih lagi, menurutnya santri yang merupakan calon ulama seharunya menjalani kehidupan sesuai dengan syariat Islam.

Film The Santri, diharapkan Uu tidak ditayangkan ke masyrakat apabila tidak ada perbaikan.

"Saya berharap film itu tidak tayang. Kalau tayang, judulnya jangan santri," tambahnya.

5. Belum diproduksi

Beberapa waktu lalu, PBNU bersama dengan Livi Zheng dan Komposer Purwacaraka menggelar konferensi pers terkait film The Santri.

Livi Zheng yang menyutradari film The Santri mengatakana bahwa proses syuting baru akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Lokasi syuting akan diadakan di dua negara yakni Indonesia dan Amerika Serikat.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siroj didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, Sutradara Film Livi Zheng dan Komposer Purwacaraka adakan konperensi pers rencana produksi film berjudul The Santri, Senin (9/9/2019) yang berlangsung di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta. Film ini dibintangi antara lain, Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur dan Emil Dardak.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siroj didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini, Sutradara Film Livi Zheng dan Komposer Purwacaraka adakan konperensi pers rencana produksi film berjudul The Santri, Senin (9/9/2019) yang berlangsung di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta. Film ini dibintangi antara lain, Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur dan Emil Dardak. (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

Film yang dibintangi Wirda Mansur tersebut diperkirakan akan tayang pada April 2020.

Sementara untuk keterlibatan dalam film, saat itu Livi mengaku belum memutuskan.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan bahwa film tersebut bisa menjadi media dakwah Islam.

Konteks yang diangkat yaknsi soal pendidikan, budaya, akhlak.

Film tersebut juga diklaim Siad bisa memperkokoh Islam di nusantara.

"Ciri khas Islam Nusantara, Islam yang harmonis dengan budaya, kecuali budaya yang bertentangan dengan syariat. Melalui film ini kita dakwahkan Islam yang santun, menjadikan Indonesia kiblat peradaban bukan kiblat solat ya," katanya di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Senin (9/9/2019).

(Tribunnews.com/Miftah)

Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved