Walikota Bontang Neni Moerniaeni Tekankan Semua Pelajar SMA Negeri 3 Harus Jadi Jumantik
Wali Kota Neni mengatakan, siklus hidup nyamuk penyebab Demam Berdarah mudah untuk diputus.
Menyikapi kondisi tersebut, Walikota Bontang, Neni Moerniaeni kembali menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) kali kedua terkait permasalahan ini.
Neni Moernaeni meminta agar penanganan kasus DBD harus dilakukan secara massif.
Ia meminta pengasapan harus dilakukan merata di seluruh Kota Bontang.
“Fogging harus dilakukan segera di seluruh Kota Bontang,” ujar Neni Moernaeni saat memimpin rapat koordinasi melibatkan unsur pemerintahan hingga tingkat lurah se-Kota Bontang.
Pelibatan perusahaan dalam pengasapan juga harus intens.
• Jadi Langganan DBD, Tahun 2020 Pemkab Berau Targetkan Tidak Ada Lagi Kawasan Kumuh
• Walikota Sentil Dua Lurah Karena Tertinggi Temuan DBD di Bontang
• Tiga Nyawa Melayang Akibat DBD, Semester Pertama Sudah Tembus 516 Kasus
Tiap-tiap wilayah di sekitar perusahaan wajiba menggelar fogging di wilayah mereka.
Di samping itu, gerakan 1 rumah 1 pemantau jentik atau Jumantik mulai dilakukan secara efekftif dan massif.
Ia meminta Lurah, Camat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain bersama-sama mengajak seluruh warga agar partisipasi dalam aksi Jumantik.
Program jumantik idealnya menjadi upaya pencegahan dalam memutus rantai hidup nyauk Aedes Argypti di masyarakat.
“Tolong semua masyarakat harus terlibat aktif menggalakan pola hidup 3 M plus (mencuci, menguras dan menutup serta memakai lotion anti nyamuk),” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Bahauddin menambahkan hasil kunjungan tim Kemenkes pada pekan lalu menyimpulkan bahwa Bontang menjadi wilayah endemik Demam Berdarah.
Temuan tim bahwa pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti di Kota Bontang cukup tinggi.
“Lokus penelitian mereka di 5 lokasi, selama 3 hari,” pungkasnya.
Perbandingan Kasus DBD 2018 dan 2019
2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pelaksanaan-sosialisasi-kader-jumantik-cilik-kutim_20170829_110046.jpg)