Pilkada Balikpapan

Puji Astuti Ambil Formulir Maju Pilkada 2020 di Demokrat, Singgung Wacana BPJS Kesehatan Gratis

Disinggung soal BPJS Kesehatan gratis, Puji mengatakan tak mungkin dilakukan di Kota Balikpapan. Ramaikan dalam Pilkada Balikpapan atau Pilkada 2020.

Puji Astuti Ambil Formulir Maju Pilkada 2020 di Demokrat, Singgung Wacana BPJS Kesehatan Gratis
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
ILUSTRASI - Ketua Steering Committee (SC) Musda DPD Partai Demokrat Kaltim, Puji Astuti, didampingi Wakilnya Viktor Yuan, dan Sekretaris SC Saefuddin DJ menggelar jumpa pers di sekretariat DPD Partai Demokrat Kaltim, jelang Musda dan Musyawarah Cabang serentak. Jumpa pers digelar di Kompleks Perumahan Bumi Sempaja, Samarinda, Rabu (6/4/2016) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Puji Astuti akhirnya mengambil formulir ke sekretariat DPC Demokrat Balikpapan untuk maju dalam Pilkada 2020 di Pilkada Balikpapan, Jumat (20/9/2019).

Mantan legislator karang paci ini membuktikan keseriusannya maju di Pilkada Balikpapan 2020 mendatang.

"Motivasinya perempuan harus maju. Sudah saatnya, kalau Balikpapan dikatakan cantik. Sudah cantik. Tapi harus tercantik di antara yang cantik," katanya kepada Tribunkaltim.co, usai mengambil formulir pendaftaran penjaringan bacalon kepala daerah partai Demokrat Balikpapan.

Menurut Puji, Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) harus didesain sedemikian rupa mendukung mega proyek nasional tersebut.

"Mesti harus betul didesain dan dirancang jadi penyangga ibu kota. Perda-perda yang dibuat harus benar dilaksanakan sesuai dengan apa yang ada. Sekarang kelihatan kurang tegas," ungkapnya.

Banyak pekerjaan rumah alias PR yang harus dikerjakan Balikpapan.

Mulai dari infranstruktur publik, seperti fungsi trotoar yang kerap dijadikan sarana jualan para PKL.

"Trotoar bagi pejalan kaki, buat pedagang. Pedagang dan pelaku usaha harus direlokasi, ke tempat kuliner," katanya.

Selain itu bidang pendidikan, proses seleksi penerimaan siswa sekolah melalui sistem zonasi menurutnya harus disiapkan dengan benar ke depannya.

Sebab pendidikan merupakan hak masyarakat yang tak bisa diabaikan.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved