Serangan Drone di Afghanistan Untuk Anggota ISIS, Malah Tewaskan 9 Warga Sipil

Sebuah serangan pesawat tak berawak atau drone telah menghantam distrik Khogyani di provinsi Nangarhar, Afghanistan Timur.

Serangan Drone di Afghanistan Untuk Anggota ISIS, Malah Tewaskan 9 Warga Sipil
(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi drone. 

TRIBUNKALTIM.CO,KHOGYANI-Sebuah serangan pesawat tak berawak atau drone telah menghantam distrik Khogyani di provinsi Nangarhar, Afghanistan Timur.

Akibatnya, sembilan warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan drone tersebut, Kamis (19/9/2019).

Gubernur distrik Shamsul Haq menjelaskan, selain sembilan warga sipil yang menjadi korban tewas, sebanyak enam orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Menurut juru bicara kepolisian Nangarhar, Mubarez Atal, serangan tersebut seharusnya menargetkan anggota ISIS.

Kilang Minyat Dapat Serangan Drone, Arab Saudi Tetap Bangga Dengan Sistem Pertahanannya,

Pasca Serangan Drone, Presiden Amerika Donald Trump Kemungkinan Beri Sanksi Baru Bagi Iran

"Serangan itu seharusnya menargetkan para anggota ISIS, tetapi telah secara keliru menyerang warga sipil," kata Atal, dikutip AFP.

Dilansir dari Kompas.Com, Amerika Serikat menjadi satu-satunya anggota koalisi internasional di Afghanistan yang dapat memberikan dukungan serangan udara dalam konflik.

Kendati demikian, belum ada tanggapan langsung dari pihak AS, baik pasukan di Afghanistan, PBB, maupun NATO.

Wakil juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Fawad Aman mengatakan bahwa kementerian sedang menyelidiki laporan insiden serangan itu.

Dikatakan Jandar Khan, seorang warga setempat, para korban serangan drone tersebut bukan anggota ISIS maupun kelompok militan lainnya.

Citra Satelit dan Data Intelejen Jadi Alasan AS Tuduh Iran Dalang Serangan Drone di Aramco

Pusat Pabrik Minyak Saudi Aramco Terbakar Diserang Drone, Kelompok Pemberontak Akui Lakukan Serangan

"Mereka hanya buruh biasa," ujarnya. Kelompok teroris ISIS maupun gerakan Taliban diketahui masih aktif melakukan aktivitas di Nangarhar, yang berbatasan langsung dengan Pakistan.

Serangan drone tersebut turut menambah panjang korban tewas akibat serangkaian serangan yang terjadi di Afghanistan dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, pada Kamis pagi, 10 orang tewas akibat serangan bom mobil di provinsi Zabul.

Pada Selasa (17/9/2019), Taliban melancarkan serangan di Kabul dan provinsi Parwan, yang menewaskan total hampir 50 orang.

Sehari setelahnya, pada Rabu (18/9/2019), sekelompok orang tak dikenal yang membawa senjata dan seorang pembom bunuh diri menyerang sebuah gedung pemerintahan di Jalalabad, ibu kota Nangarhar dan menewaskan sedikitnya empat orang.

Pabrik Minyak Terbesar Arab Saudi Aramco Meledak Diserang Drone, Milisi Houthi Klaim Kirim 10 Drone

Rakyat Afghanistan tengah diselimuti ketakutan akan serangan menjelang perhelatan pemilihan presiden yang dijadwalkan digelar pada 28 September mendatang. (*)

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved