Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Gelaran Pontianak Internasional Dragon Boat Ditunda
Acara Pontianak Internasional Dragon Boat yang akan digelar Minggu (22/9/2019), di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat ditunda
TRIBUNKALTIM.CO,PONTIANAK-Acara Pontianak Internasional Dragon Boat yang akan digelar Minggu (22/9/2019), di Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat ditunda
Penyebabnya, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Pontianak.
"Saya menginstruksikan kepada pihak panitia kegiatan Pontianak International Dragon Boat untuk menunda kegiatan tersebut," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (21/9/2019).
Menurut dia, tidak hanya kegiatan Pontianak International Dragon Boat (PIDB), melainkan seluruh kegiatan olahraga atau pun kegiatan outdoor,
yaitu even Khatulistiwa Run yang juga akan digelar Minggu besok.
• Akibat Jarak Pandang di Bawah 1000 Meter, Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak Nyaris Lumpuh
• Gara-gara Udara di Kota Pontianak Tak Sehat, Sekolah Diliburkan Sampai 17 September
Seluruh penundaan ini akan dibatalkan hingga kondisi udara di Kota Pontianak kembali normal.
"Seluruh kegiatan olahraga saya minta ditunda karena kondisi udara semakin memburuk bahkan masuk kategori berbahaya," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, perhelatan Pontianak Internasional Dragon Boat yang berlangsung 20 - 22 Sepetember 2019 diikuti lima negara dan tim beberapa provinsi dan kabupaten.
Lima negara yang terlibat dengan total 98 atlet yakni dari Malaysia sebanyak 24 atlet, Filipina 22 atlet, Brunei Darussalam 22 atlet, Australia 55 atlet, dan Cina 15 atlet.
Untuk Tim Indonesia dari Sulsel, Jateng, Kalsel, Kalteng dan Kalbar.
Sedangkan kabupaten di Kalbar yang terlibat ada enam kabupaten dengan total 228 atlet.
Kabupaten yang terlibat yakni Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kubu Raya, dan Kota Pontianak.
• Jelajahi Tiga Provinsi Kalimantan, OffRoader BEE 2019 Akan Start di Bontang dan Finish di Pontianak
• Soroti Insentif, Driver Go-jek Pontianak Gelar Demo Besar di 2 Titik dan 3 Hari Matikan Aplikasi
Berdasarkan pengolahan data Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Sabtu (21/9/2019, terpantau 196 titik panas di Kalbar.
Kemudian, berdasarkan Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak, yang terpantau Sabtu pukul 13.59 WIB,
kualitas udara jauh melampaui nilai ambang batas (NAB), yakni 234 µgram/m3, yang artinya masuk kategori sangat tidak sehat.
Sebagaimana diketahui, nilai ambang batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. Nilai ambang PM10 = 150 µgram/m3. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-berjalan-di-kompleks-bandara-supadio-yang-diselimuti-kabut-asap.jpg)