Senin, 11 Mei 2026

Sejarah Hari Ini

SEJARAH HARI INI: 21 September Hari Perdamaian Internasional Digaungkan, Perubahan Iklim Disoroti

SEJARAH HARI INI, 37 tahun silam diresmikan sebagai Hari Perdamaian Internasional atau Hari Perdamaian Dunia

Tayang:
Freepik.com
SEJARAH HARI INI: 21 September Hari Perdamaian Internasional Digaungkan, Perubahan Iklim Disoroti 

TRIBUNKALTIM.CO - SEJARAH HARI INI, 37 tahun silam diresmikan sebagai Hari Perdamaian Internasional ( International Day of Peace) atau disebut juga Hari Perdamaian Dunia (World Peace Day).

Peringatan Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 21 September.

SEJARAH HARI INI: 19 September Stadion San Siro Markas Kebanggan AC Milan dan Inter Milan Diresmikan

Hari Perdamaian Internasional atau Hari Perdamaian Dunia didedikasikan demi perdamaian dunia dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan.

Diperingati pertama kali pada tahun 1982, Hari Perdamaian Internasional dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer dan masyarakat.

Tanggal 21 September ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi Nomor 55/282 pada tahun 1991.

Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya Hari Perdamaian Internasional didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk pendidikan perdamaian, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Dilansir dari Kompas.com, tujuan awal dari dibentuknya Hari Perdamaian Internasional adalah untuk memperkuat cita-cita perdamaian di antara bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Negara-negara anggota PBB berkeyakinan perdamaian tidak akan tercipta jika langkah-langkah untuk mencapai pemerataan pembangunan ekonomi dan sosial tidak dilakukan, dan hak setiap orang tidak mendapat perlindungan.

Hak asasi manusia adalah hak semua orang.

Untuk itu, prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yang mencakup isu kemiskinan, kelaparan, pendidikan, perubahan iklim, persamaan gender, persedian air, sanitasi, energi, lingkungan, dan keadilan sosial, perlu diaplikasikan.

SEJARAH HARI INI: 74 Tahun Lalu, Hariyono Tertembak Setelah Robek Bendera Belanda di Hotel Yamato

Berbagai perayaan digelar di berbagai tempat di dunia untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional ini.

Contohnya pada tahun 2018 silam, di Kota Hague, Belanda, sebagian masyarakat menggelar konser perdamaian.

Hari Perdamaian Internasional juga diperingati di Kepulauan Zanzibar, Tanzania.

Murid-murid di sebuah sekolah menuliskan arti perdamaian yang mereka pahami di sebuah kertas.

Untuk membuka hari peringatan Hari Perdamaian Internasional, Lonceng Perdamaian PBB dibunyikan di Markas Besar PBB (di Kota New York).

Lonceng tersebut dibuat dari koin-koin yang disumbangkan oleh anak-anak dari seluruh benua selain Afrika, dan merupakan hadiah dari Asosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Jepang, sebagai "suatu pengingat atas korban manusia akibat peperangan"; pada salah satu sisinya tertulis, "Long live absolute world peace" (Panjang umur perdamaian dunia sepenuhnya).

Hari Perdamaian Internasional, 21 September
Hari Perdamaian Internasional, 21 September (Freepik.com)

Sejarah Hari Ini, 20 Tahun Lalu, Timor Timur Lepas dari Pangkuan Ibu Pertiwi

Tema Hari Perdamaian Internasional 2019

Melansir dari situs United Nation, tema Hari Perdamian Internasional tahun ini adalah Tema 2019: Climate Action for Peace (Aksi Iklim untuk Perdamaian).

Tema ini menarik perhatian pada pentingnya memerangi perubahan iklim sebagai cara untuk melindungi dan mempromosikan perdamaian di seluruh dunia.

Perubahan iklim menyebabkan ancaman yang jelas bagi perdamaian dan keamanan internasional. Bencana alam menggusur tiga kali lebih banyak orang daripada konflik, memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan mencari keselamatan di tempat lain.

Salinisasi air dan tanaman membahayakan ketahanan pangan, dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat meningkat.

Ketegangan yang meningkat atas sumber daya dan pergerakan massa orang mempengaruhi setiap negara di setiap benua.

Perdamaian hanya dapat dicapai jika tindakan nyata dilakukan untuk memerangi perubahan iklim.

Berbicara kepada Māoris muda dan orang-orang di kepulauan Pasifik di Selandia Baru pada bulan Mei, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan “alam tidak bernegosiasi” dan menekankan empat langkah utama yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050: polusi pajak, bukan orang; berhenti mensubsidi bahan bakar fosil; berhenti membangun pabrik batubara baru pada tahun 2020; fokus pada ekonomi hijau, bukan ekonomi abu-abu.

Sejarah Hari Ini, Pesawat Sriwijaya Air Berpenumpang 131 Orang, Tabrak Tiga Warga di Jambi

Pada 23 September, PBB mengadakan KTT Aksi Iklim dengan rencana konkret dan realistis untuk mempercepat tindakan untuk mengimplementasikan Perjanjian Paris.

KTT akan fokus pada inti masalah - sektor-sektor yang menghasilkan emisi terbanyak dan bidang-bidang di mana membangun ketahanan dapat membuat perbedaan terbesar - serta memberikan para pemimpin dan mitra kesempatan untuk menunjukkan aksi iklim nyata dan menunjukkan ambisi mereka.

Di Hari Perdamaian Internasional pada 21 September, PBB menyerukan kepada semua untuk mengambil tindakan untuk mengatasi perubahan iklim.

Setiap manusia adalah bagian dari solusi, seperti mematikan lampu, naik transportasi umum, hingga mengatur kampanye peningkatan kesadaran di komunitas sekitar Anda.

Dalam rangka Hari Perdamaian Internasional, bagikan berbagai ide dan aktivitas dengan menggunakan tanda pagar (tagar) atau hashtag #PeaceDay dan #ClimateAction.

Selamat Hari Perdamaian Dunia!

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved