Sejarah Hari Ini
SEJARAH HARI INI: 74 Tahun Lalu, Hariyono Tertembak Setelah Robek Bendera Belanda di Hotel Yamato
Sejarah Hari Ini, 74 tahun silam tepatnya 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato.
TRIBUNKALTIM.CO -- Sejarah Hari Ini, 74 tahun silam tepatnya 19 September 1945 terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato.
Peristiwa Hotel Yamato yang terjadi pada 19 September 1945 merupakan awal mula aksi 10 November yang terjadi di Surabaya.
Tepat pada 19 september 1945, rakyat Surabaya menurunkan dan menyobek warna biru pada bendera triwarna merah-putih-biru milik Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit), Surabaya.
Belanda yang dengan sengaja mengibarkan bendera itu memicu kemarahan rakyat Surabaya, padahal Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaan sebulan sebelum peristiwa.

Baca juga:
SEJARAH HARI INI: GAM dan RI Berdamai Lewat Perjanjian Helsinki, Perundingan Sampai 5 Putaran
SEJARAH HARI INI: William Kemmler jadi Orang Pertama Dihukum Mati Pakai Kursi Listrik
SEJARAH HARI INI: Bom Atom Little Boy Hancurkan Kota Hiroshima, Lebih 100.000 Orang Tewas!
SEJARAH HARI INI: Ronaldo Bangkit dari Cedera Semangati Timnya hingga Portugal Juara Piala Eropa
Di saat yang sama, Indonesia tengah menggalakkan pengibaran bendera Merah Putih di seluruh negeri berdasarkan pada maklumat Presiden Soekarno pada 31 Agustus 1945.
Peristiwa penyobekan bendera di Hotel Yamato oleh pemuda Surabaya tersebut kemudian menjadi awal mula dari konflik bersenjata yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.
Pertempuran 10 November tersebut menewaskan puluhan ribu orang dari kedua belah pihak dan menjadi salah satu pertempuran terbesar di zaman Revolusi.
Latar Belakang
Pada 15 September 1945, tentara Inggris yang tergabung dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) datang ke Indonesia.
Tujuan mereka adalah untuk melucuti tentara Jepang, melepaskan tahanan perang serta mengembalikan tentara Jepang ke negaranya.
Kedatangan tentara Inggris tersebut diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang membawa misi untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi Pemerintahan Belanda.