Harga Karet Terjun Bebas, Warga di Jambi Beralih Jadi Pendulang Emas, Sehari Dapat Rp 500 Ribu
Warga di Salorangun, Jambi kini beralih profesi sebagai pendulang emas.
TRIBUNKALTIM.CO-Warga di Salorangun, Jambi kini beralih profesi sebagai pendulang emas. Mereka sebelumnya merupakan petani karet, namun karena harga karet terjun bebas sehingga mereka beralih menjadi pendulang.
Bahkan untuk mencari emas, mereka rela berjam-jam terendam di sungai.
Dilansir dari Kompas.Com, puluhan petani karet tersebut mendulang emas di bawah Jembatan Beatrix.
• Kualitas Karet Petani Kubar Makin Bagus, PT Davco Sendawar Siap Beli Rp 7.500 per Kilogram
• Produksi Karet Kubar Besar Capai 32 Ribu Ton, Tapi Ini 3 Masalah yang Menyertainya
Menurut salah satu petani, Yusnaini, mereka biasanya datang ke sungai untuk mendulang sejak pagi, pukul 07.00 WIB sampai sore hari pukul 17.00 WIB.
Hasilnya pun lumayan untuk menyambung hidup keluarga mereka.
"Jualnyo kayak gini lah(serbuk) satu gram 500 ribu lebih, kadang kurang dari satu gram," ujarnya Yusnaini, Rabu (25/9).
Sementara itu, Yusnaini menjelaskan, selain harga karet yang turun drastis, desakan kebutuhan ekonomi saat ini menjadi alasan para petani beralih menjadi pendulang emas dadakan.
• Dinas Pertanian Siap Bantu Petani Produksi Karet Berkualitas
• Harga Karet Anjlok, Warga Sambera, Kukar Harapkan Dibangun Pabrik
• Jokowi dan Iriana Pamer Kemesraan di Kebun Karet, Instagramnya Dibanjiri Komentar Baper
"Cari rezeki lah bang, susah kini, karet dak berhargo (harga turun)," katanya. Dinginnya air sungai tak menghalangi para petani untuk mencari butiran-butiran emas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sejumlah-petani-karet-di-jambi-beralih-mendulang-emas.jpg)