Smartphone
Pembeli Pertama Ponsel Advan G3 Pro Peroleh Free SanDisk OTG 16GB Lebih Stylish
Kinerja Advan G3 Pro ditenagai prosesor Octa Core A55 1.6GHz + 1.2GHz New CPU SC9863A, dipadu dengan RAM 4GB dan ROM 64GB jelas.
Smartphone ini mendukung dua slot kartu SIM 4G LTE (dual SIM/dual standby 4G).
Ada pula slot MicroSD hingga 128GB untuk penyimpanan tambahan.
Di tengah gempuran vendor smartphone asing di segmen mid-range dan low-end, ada satu vendor smartphone lokal yang bertengger di 5 besar merek smartphone teratas di Indonesia, yaitu Advan.
Merek lokal asli Indonesia ini pernah berada di peringkat 3 di tahun 2017.
Namun, posisinya terus digeser oleh pabrikan smartphone China, seperti Xaomi, Oppo, dan Vivo hingga kini berada di urutan kelima.
Advan sendiri mengatakan akan terus ikut bersaing dengan para vendor asing di pasaran smartphone Indonesia.
PR Manager Advan Mohamad Ilham Pratama menjelaskan bahwa pihaknya akan merilis paling tidak 8 produk smartphone dan tablet di 2019.
“Strategi lainnya, kami menguatkan kemitraan dan mengembangkan layanan purna jual. Sejauh ini sudah ada 65 service center yang tersebar mulai dari Aceh hingga Papua,” katanya.
Namun, batu sandungan bagi vendor lokal mungkin terletak pada aspek lain. Analis Risky Febrian dari IDC mengatakan pemain asal Indonesia seperti Advan terdesak oleh taktik pemasaran “jor-joran” yang dilakukan oleh para pabrikan asing.
"Sumber permasalahannya dari vendor lokal itu kebanyakan dari sisi budget," kata Rizky.
"Jadi, mereka kesulitan mempromosikan produknya, brand awareness pun kecil dari sisi konsumen," imbuhnya.
Risky melanjutkan, vendor lokal sebenarnya mampu bersaing jika bertarung di ranah spesifikasi smartphone yang mereka tawarkan.
Hanya saja, strategi pemasarannya mungkin belum seefektif para pemain asing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ponsel-lokal-indonesia-merek-advan.jpg)