Rentan Kebakaran, Damkar Samarinda Bentuk Kelompok Cegah Dini Musibah Kebakaran
Salah satu isu dari 3 isu yang banyak diperbincangkan di Kota Tepian, kebakaran merupakan masalah kronik yang sulit dicegah di Samarinda
TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Rentan Kebakaran, Damkar Samarinda Bentuk Kelompok Cegah Dini Musibah Kebakaran
Salah satu isu dari 3 isu yang banyak diperbincangkan di Kota Tepian, kebakaran merupakan masalah kronik yang sulit dicegah di Samarinda, apalagi di bulan September tahun ini.
Menurut data Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar ) Kota Samarinda menyebutkan, bahwa setidaknya telah terjadi 126 kasus kebakaran di Samarinda 7 di antaranya adalah kebakaran permukiman, sementara sisanya adalah kebakaran lahan dan pembakaran sampah.
• Dishut Sebut Kebakaran di Samarinda Belum Terkategori Karhutla, Dapat Instruksi Jaga Bukit Soeharto
• VIDEO - Kebakaran di Samarinda, Pemadam Semprotkan Lumpur ke Bangunan yang Terbakar
• Ringankan Beban Korban Kebakaran di Samarinda, Relawan Info Taruna Siaga Salurkan Sejumlah Bantuan
• Kebakaran di Samarinda, Masriah dan Keluarganya Tidur di Dermaga Kapal
Nyaris seluruh wilayah di Kota Samarinda tak luput dari kebakaran, seperti kebakaran lahan dan hutan.
Beberapa wilayah yang mengalami kebakaran paling sering terjadi di Kecamatan Samarinda Utara dan Sungai Pinang, khususnya lahan yang hampir setiap hari terjadi.
"Untuk mengantisipasi hal tersebut terus berulang mitigasi kesiapsiagaan kebakaran dibutuhkan untuk mencegah atau meminimalkan potensi dampak kebakaran.
Oleh karenanya kami mengajak sekaligus merangkul masyarakat untuk turut serta," kata Kepala Kantor Disdamkar, Nursan, Senin (30/9/2019).
Nursan menyebutkan, kali ini pihaknya telah menyusun rencana dalam program mitigasi dan kesiapsiagaan meliputi eliminasi risiko, reduksi risiko, dan transmisi tanggung jawab.
Di samping itu pula, kesiapan personil dalam penanggulangan bencana kebakaran perlu dipersiapkan.
"Kami telah menyiapkan satu program cegah dini bencana kebakaran berbasis masyarakat.
Dengan program ini masyarakat akan memahami cara penanggulangan dini kebakaran dilingkungannya," terang Nursan.
Dirinya menjelaskan, dalam kegiatan ini tak hanya sekedar melatih masyarakat menjadi relawan tangguh bencana, pihak Damkar juga akan menfasilitasi sejumlah peralatan penunjang, seperti Handy Talky (HT), Alat Pemadam Api Ringan (Apar).
"Ke depan kita pun akan melengkapi dengan Hydran di masing-masing kelompok yang telah kita bentuk. Semoga ini bisa disambut baik.
Sehingga bisa meminalisir kerugian yang diakibatkan kebakaran," tutupnya.
• Terpapar Kabut Asap, 46 Mahasiswa Malaysia Memilih Pulang Kampung
• Duh, Kabut Asap Datang Lagi, Sejumlah Penerbangan ke Berau Batal
• Kota Balikpapan Mulai Diguyur Hujan Berturut-turut, Warga Berharap Karhutla & Kabut Asap Hilang
• Kirimkan Ribuan Ton Bantuan Logistik, ACT Siap Layani Korban Kabut Asap #BantuMerekaBernapas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/karhutla-di-samarinda-bro.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/disdamkar-saat-melakukan-pemadaman.jpg)