Kisah Mbah Payem Penjual Koran di Balikpapan dan Ancaman Zaman Digital yang Membuat Menurun

Ia mengaku pertama kali berjualan koran setelah ia ditawari oleh orang, awalnya ia menjajakan jamu kunyitnya di depan SPBU Batu Ampar Kota Balikpapan.

Kisah Mbah Payem Penjual Koran di Balikpapan dan Ancaman Zaman Digital yang Membuat Menurun
TribunKaltim.Co/Faris Dzulfiqar
Mbah Payem nenek berusia 64 tahun ini sudah sejak 6 tahun berjualan koran media massa di depan SPBU Batu Ampar Jl. Pattimura Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (2/9/2019) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Mengaku dipanggil Mbah Payem nenek berusia 64 tahun ini sudah sejak 6 tahun berjualan koran media massa di depan SPBU Batu Ampar Jl. Pattimura Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Getir pahit hidupnya dalam menjual koran di Balikpapan sudah tidak lagi asing, banyak orang pasti pernah melihatnya. Kini pun kabarnya dia merasa terancam dengan adanya teknologi digital, eksistensi jualannya dianggap menurun. Seperti apa? 

Nah, Mbah Payem sendiri berasal dari Jawa Tengah tepatnya di Wonogiri, ia mengaku sudah ikut dengan anaknya sulungnya sekitar 6 sampai 7 tahun.

"Saya ikut anak saya yang punya rumah dia aja, yang lain masih nyewa atau ngontrak" ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (2/10/19).

Sebelumnya ia mengatakan bahwa suami yang berusia 74 tahun sudah tidak kuat bekerja, anaknya menyarankan untuk kemudian ikut bersamanya ke Balikpapan, Kalimantan Timur

"Rumah, harta benda di jawa sudah dijual semua untuk anak saya beli rumah disini, lagian susah kalau tidak ada sawah di jawa, kalah ada sawah masih mending" ucap Mbah Payem, yang kini tinggal di sekitaran terminal Batu Ampar, Kota Balikpapan

Ia mengaku pertama kali berjualan koran setelah ia ditawari oleh orang, awalnya ia menjajakan jamu kunyitnya di depan SPBU Batu Ampar Kota Balikpapan.

"Dahulu saya jual jamu kunyit, tapi kemudian ditawari anak-anak jualan koran saja bu, cepet laku jadi saya ambil, korannya juga sampai sekarang dianterin," ungkapnya

Perihal keuntungan yang didapat ia mengaku hanya untung 500 per korannya, sehari ia terkadang untung sekitar 30 ribu.

Ia mulai berjualan sejak pagi sekitar pukul 06.00 Wita, dengan berjalan kaki ia menuju SPBU Batu Ampar Balikpapan dan kemudian menjualnya.

Halaman
1234
Penulis: Faris Dzulfiqar Fasya
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved