Breaking News
BREAKING NEWS-Diduga Aliran Sesat, Majelis Didatangi Warga, Dugaan Aktivitas Asusila Antar Jamaah
Warga Samarinda menduga Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah menyebarkan aliran sesat, ada dugaan aktivitas asusila antar jamaah. Aktivitas malam hari.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Diduga menyebarkan aliran sesat yang tidak sesuai dengan Islam, ratusan warga RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Gunung Manggah meminta klarifikasi dari anggota kelompok yang diduga aliran sesat.
Pertemuan tersebut dilakukan di Langgar Ahada yang dihadiri masyarakat, pihak Kelurahan Sungai Dama, Polri dan TNI.
Selain memenuhi ruangan Langgar, masyarakat juga tampak memenuhi bagian luar.
• Kelompok Aliran Sesat Berkedok Katolik Diamankan Polisi, Pelaku Mantan Pejabat hingga ASN Aktif
• Rumah Kosong Diduga Digunakan Praktik Aliran Sesat, Dari Boneka Jailangkung Hingga Warga Kesurupan
• Habisi 3 Anggota Keluarga dengan Cara Keji, Ini 5 Fakta Aliran Sesat yang Ibadahnya Menyimpang
Bahkan, warga yang berada di luar berulang kali berteriak "Usir saja, alirannya itu sesat."
Keriuhan semakin terjadi ketika beberapa anggota jamaah keluar dari langgar.
Pertemuan tersebut dilaksanakan Minggu (6/10/2019) pagi tadi sekitar pukul 10.00 dan baru selesai sekitar pukul 18.00 Wita.
Dari informasi yang didapatkan, jamaah kelompok yang bernama Majelis Rasulullah Assabatu Sahabah jumlahnya ada puluhan, dan selalu menyampaikan ajarannya secara berpindah-pindah.
Kelompok ini telah ada sejak setahunan terakhir di lingkungan warga Gunung Manggah.
Farul Hadi (22) warga sekitar, sekaligus pengurus ikatan remaja langgar (Irla) Ahada menjelaskan, perilaku kelompok tersebut membuat warga curiga ada yang tidak beres dari ajaran yang disampaikan.
Hal itulah yang membuat warga ingin mendengarkan penjelasan dari jamaah kelompok tersebut.
"Perilaku mereka yang buat warga resah.
Ada dugaan bahawa ajaran mereka ini mengarah ke aliran tertentu," ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (6/10/2019).
Dia mengatakan, salah satu hal yang membuat warga resah yakni, ketika anggota kelompok mereka berboncengan maupun jalan bukan dengan pasangan sahnya.
"Tadi banyak pertanyaan yang dilontarkan warga, tapi jawaban mereka selalu tidak sampai.
Ada juga yang tidak dijawab," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dugaan-aliran-sesat-di-samarinda.jpg)