Inter Milan vs Juventus, Duel Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku Berburu Capolista
Dua rival abadi yang sekarang sedang berkuasa di papan atas klasemen sementara akan saling berhadapan.
TRIBUNKALTIM.CO - GRANDE partita tersaji pada giornata ke-7 Serie A, Senin (7/10/2019) dini hari.
Dua rival abadi yang sekarang sedang berkuasa di papan atas klasemen sementara akan saling berhadapan.
Inter Milan yang berpredikat pemuncak klasemen akan menjamu juara bertahan Juventus.
Semua penggemar sepak bola, khususnya tifosi Serie A pasti paham makna penting pertandingan ini.
Bagaimana persaingan dan atmosfer di dalam serta luar lapangan ketika dua tim ini bertemu.
Hanya yang agak membedakan dari beberapa tahun terakhir, laga bertajuk Derby d' Italia kali iniakan mempertemukan tim yang dalam posisi sama-sama kuat.
Ditambah juga hadirnya nostalgia antara Bianconeri dengan pelatih Nerazzurri, Antonio Conte.
Di bawah besutan Conte, Inter memperlihatkan sinyal bagus pada awal musim ini. Di kancah lokal, mereka tampil luar biasa, menyapu kemenangan dari enam laga dan cuma kebobolan dua gol.
Hal yang tidak diperlihatkan hampir dalam satu dekade terakhir.
Sementara Juventus yang berada tepat di bawah Inter pada papan klasemen juga mulai dalam performa menanjak.
Memang ’Si Nyonya Tua’ sempat keteteran di beberapa laga awal.
Itu terjadi karena perubahan pola permainan usai ditangani pelatih anyar Maurizio Sarri.
Namun perlahan mereka bisa kembali tampil solid dan menunjukkan jati dirinya sebagai juara bertahan dalam delapan musim.
Indikasinya, Cristiano Ronaldo dkk sukses menyapu kemenangan dalam empat laga terakhirnya di semua ajang serta cuma dua kali kebobolan.
Buat kondisi mental, mau tak mau keduanya harus siap.
Hanya saja Inter saat ini sedikit down karena pertengahan pekan kemarin baru saja tumbang di Liga Champions.
Meski merasa bermain baik, tetap saja La Beneamata menelan kekalahan 1-2 di kandang Barcelona.
Hal itu kontras dengan Juventus yang memperlihatkan tajinya di Liga Champions.
Memang lawannya hanya sekelas Bayer Leverkusen, tapi itu sudah cukup mengangkat mental tim jelang bertamu ke kandang Inter.
Inter saat ini kokoh di puncak klasemen dengan hasil sempurna, 18 poin dari enam laga.
• Respon Antonio Conte Soal Permintaan Tifosi Juventus yang Ingin Namanya Dihapus dari Sejarah Klub
• Pelatih Juventus Maurizio Sarri Ingin Reuni dengan Anak Emasnya di Chelsea, Ada Peluang
Juventus membayangi hanya dengan selisih dua angka.
Meskipun demikian, CEO Inter, Beppe Marotta, mengaku tak terlalu peduli dengan hasil akhir duel bertajuk Derby d'Italia tersebut.
Dia lebih mementingkan penampilan apik La Beneamata ketimbang hasil akhir.
”Ini pertandingan level tinggi, sama seperti yang terjadi di Barcelona,” kata Marotta.
”Saat ini kami berada di puncak klasemen. Tapi, kami sadar pertandingan ini bisa dibilang sebagai batu loncatan ketimbang penentu. Karena itu penampilan lebih penting dibandingkan hasil akhir,” tegas eks CEO Juventus itu.
Sementara bagi gelandang Nicolo Barella, duel melawan Juventus ini hendak dijadikan pelampiasan usai kalah dari Barcelona.
Dia pun optimistis bisa menang dan percaya dengan kemampuan dari Conte dalam meracik tim demi mendulang hasil bagus.
”Sungguh mengecewakan kalah dari Barcelona, tetapi kami punya laga besar lain akhir pekan ini dan akan fokus untuk itu. Kami menunjukkan karakter dan punya penampilan yang bagus,” kata Berella.
”Meski selalu mengecewakan ketika harus kalah, namun kami adalah Inter. Kami punya Conte sebagai pelatih, kami ingin memenangi semua laga,” lanjutnya.
Sosok Conte sendiri akan menjadi bumbu yang membuat duel bertajuk Derby d'Italia makin menarik.
Ini adalah laga nostalgia bagi Conte.
Sebelum bergabung dengan Inter, pelatih berusia 50 tahun itu sangat kental dengan Juventus.
Betapa tidak, dia adalah mantan pemain yang sempat menjabat kapten I Bianconeri.
Conte juga merupakan mantan pelatih yang mengawali siklus juara tim asal Turin tersebut.
Di bawah asuhan Conte, Juventus bangkit setelah lama gagal meraih gelar.
Tiga musim di sana dia sukses menyabet tiga scudetto pula.
Eks allenatore Timnas Italia itu juga yang sempat membawa klub yang dipimpin Andrea Agnelli tersebut mencetak rekor sensasional, tak terkalahkan dalam 48 pertandingan.
Kini raihan apik Conte bersama Juventus itu tinggal menjadi memori.
Pada laga nanti, dia bakalan menjadi musuh besar bagi Juventus serta Juventini. Tidak heran sejak awal Conte bergabung ke Inter sudah banyak yang nyinyir.
Mereka menuduh sang pelatih sebagai pengkhianat. Tapi untungnya yang bersangkutan langsung mendapat pembelaan.
”Dia memeras setiap tetes keringatnya untuk Juventus. Meski mengejutkan, itu pilihan profesional, tidak dapat menodai masa lalunya. Dia bukan tipikal seseorang yang mencium baju secara terbuka mendukung proyek, tapi di kemudian hari memicu konflik,” kata kiper senior Juventus, Gianluigi Buffon.
”Saya menganggap kembalinya dia ke Serie A penting untuk sepakbola Italia, sama seperti kembalinya Paolo Maldini, Zvonimir Boban, dan Maurizio Sarri,” sambungnya.
• Terungkap, Kisah Sebenarnya Drama Kiper Chelsea yang Menolak Ditarik Keluar Oleh Maurizio Sarri
• Jelang Derby DItalia Inter Milan vs Juventus, Cristiano Ronaldo Dapat Pujian dari Rekan Setimnya
Hal lain yang jadi sorotan pada laga nanti adalah adu ketajaman Cristiano Ronaldo dan dan mesin gol Inter Milan, Romelu Lukaku.
Keduanya sama-sama telah memulai persaingan di Serie A dengan mencetak masing-masing tiga gol. Hanya, Lukaku satu laga lebih banyak (enam pertandingan) dibandingkan dengan Ronaldo.
Sedangkan di Liga Champions, Lukaku belum menorehkan golnya untuk Inter di ajang ini. Pada laga lawan Slavia Praha, dia gagal mewujudkan ambisinya tersebut.
Adapun ketika melawan Barcelona, Kamis (3/10) dini hari, bintang asal Belgia ini tidak masuk skuat yang bermain di Stadion Camp Nou.
Absennya Lukaku dalam laga tersebut sebagai bagian dari persiapan Conte untuk menghadapi Juventus.
Conte mengatakan, Lukaku dalam proses untuk menjangkau kondisi terbaik dari fisiknya sehingga dirinya siap tempur saat menghadapi Juventus pada akhir pekan ini.
”Kami membutuhkannya dalam kondisi yang fit dan kami ingin dia kembali bermain ngotot saat lawan Juventus,” kata Conte.
Sebagai ujuang tombak, tugas Lukaku tidak ringan.
Ia harus menghadapi tembok pertahanan Juventus, di antaranya bek anyar Matthijs De Ligt.
Bek asal Belanda itu sendiri mengaku bersemangat menatap pertandingan ini.
Bukan hanya karena akan menghadapi Lukaku, melainkan juga bertemu dengan rekan senegaranya, Stefan De Vrij, yang kini menjadi benteng di jantung pertahanan Inter.
”Ini akan sangat menarik dan menantang. Tentu, sebuah kebanggaan saya akan bertemu De Vrij. Kami sudah saling mengenal dan memahami satu dengan yang lain. Duel dengan Lukaku? Ini pertandingan antara Inter vs Juventus, bukan Lukaku vs De Ligt,” katanya.
”Namun, Lukaku membuat Inter memang semakin kuat, begitu pun dengan kami,” dia menambahkan.(tribunnews/dod)
Live On
beIN Sports 2
Senin (7/1) Pukul 01:45 WIB/02:45 WITA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/video-link-live-streaming-brescia-vs-juventus-liga-italia-cristiano-ronaldo-absen.jpg)