Sederet Fakta Retaknya Taxiway Bandara yang Diresmikan Presiden Joko Widodo, Terjadi Berulang Kali

Bandara APT Pranoto yang diresmikan Presiden Joko Widodo 2018 lalu, kembali ditutup karena mengalami keretakan pada taxiway

Penulis: Rafan Arif Dwinanto |
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Kondisi runway sepanjang 2.250 meter di Bandara APT Pranoto siap didarati pesawat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sederet fakta retaknya taxiway Bandara APT Pranoto, diresmikan Presiden Joko Widodo, retak makin banyak.

Diketahui, Minggu (7/10/2019), sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara APT Pranoto Samarinda kembali terganggu.

Penyebabnya pun serupa, yakni kerusakan taxiway Bandara APT Pranoto, yang diresmikan Presiden Joko Widodo 23 Oktober 2018, lalu.

Kabut Asap Landa Kaltim, Karyawan Bandara APT Pranoto Samarinda Shalat Istisqa Minta Hujan

Terkini Bandara APT Pranoto, Penerbangan Banyak Dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan

Penumpang Bisa Cek In di Blue Sky Premier Lounge Bandara APT Pranoto Samarinda, Disiapkan X-Ray

Bandara APT Pranoto pun merilis, Bandara APT Pranoto ditutup hingga Selasa (8/10/2019).

Berikut Sederet Fakta yang Dirangkum TribunKaltim.co terkait kerusakan Bandara APT Pranoto

1. Rusak di Banyak Titik

Banyaknya lendutan dan titik kerusakan pada taxiway Bandara Aji Pangeran Tumenggung atau Bandara APT Pranoto Samarinda, membuat UPBU Temindung mengambil langkah penutupan bandara

Kerusakan taxiway di Bandara APT Pranoto Samarinda ini sudah berulang

Padahal, sebelumnya pihak bandara hanya merencanakan penutupan bandara sampai Senin (7/10/2019), pukul 07.00 WITA.

Mengingat, proses pengerjaan pada taxiway Bandara APT Pranoto telah dilakukan sejak dinyatajan ditutup, hingga malam sampai menjelang pagi.

Namun, pengerjaan belum juga bisa diselesaikan.

Hal ini dikarenakan, adanya beberapa titik kerusakan pada taxiway atau pengubung antara apron dengan runway.

Demi keselematan penerbangan maka kami putuskan untuk ditutup.

Sembari, kita melakukan perbaikan-perbaikan,” lanjutnya.

2. Ditutup Hingga Selasa (8/10/2019)

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara UPBU APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan memutuskan untuk memperpanjang Notice To Airmen (Notam) Aerodrome Close due to Taxiway Unserviceable atau penutupan taxiway dari operasional penerbangan sampai dengan besok.

“Ya benar sekali, sesuai dengan perpanjangan Notam dengan Nomor D0357/19 NOTAMN.

Kami memutuskan bahwa seluruh penerbangan dari dalam atau kedatangan penerbangan dari luar Bandara APT Pranoto dihentikan sementara,” ujarnya saat dihubungi awak Tribunkaltim.co melalui telepon selularnya, pagi tadi.

“Penutupan sementara ini akan dilaksanakan sampai besok pagi.

3. Penerbangan yang Dibatalkan dan Dialihkan

Akibat dari persoalan ini, dibeberkan Dodi, beberapa penerbangan dari Bandara APT Pranoto ada yang dibatalkan.

Dan ada pula yang dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.

Adapun perlakukan kepada penumpang, Dodi mengungkapkan, akan dijalankan sesuai ketentuan.

“Untuk beberapa penerbangan yang terdampak, perlu saya sampaikan bahwa penerbangan pesawat Batik Air, Lion Air dialihkan ke Balikpapan.

Kemudian, penerbangan pesawat Garuda, Citilink, Nam Air, Susi Air dicancel.

Kami juga sudah meminta kepada pihak maskapai untuk meneruskan Informasi tersebut kepada para penumpang,” tuturnya.

Gara-gara Kabut Asap, 16 Rute Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda Alami Penundaan

Taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda Retak, Kepala Bandara: Tiga Penerbangan Terdampak

4. Kerusakan Dilaporkan Pilot Garuda Indonesia

epala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi mengungkapkan, laporan awal kejadian Aerodrome Close due to Work in Progress (Taxiway unserviceable) atau taxiway tidak dapat digunakan terjadi pada hari ini, pukul 03.11 WITA.

Yang dilaporkan oleh salah satu maskapai penerbangan.

“Pertama kali masalah ini disampaikan, yakni oleh penerbangan maskapai Garuda melalui nomor penerbangan GA581.

Saat itu, GA581 menyampaikan adanya permasalahan di taxiway saat akan keluar dari apron melalui taxiway menuju runway,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selularnya, pada Minggu (6/10/2019), sore.

“Sempat pula, pilot memprediksi kerusakan pada saat akan keluar dari taxiway menuju runway.

Namun demikian, GA581 berhasil menuju ruway dan akhirnya bisa melakukan penerbangan pada pukul 03.36 WITA.

Selanjutnya, kita langsung melakukan pengecekan atas laporan yang disampaikan soal adanya kerusakan pada taxiway,” lanjutnya.

Setelah dilakukan pengecekan, Dodi mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya keretakan dasar taxiway.

Bukan hanya satu titik, ada beberapa titik didapi mengalami kerusakan.

Sehingga, Dody menyatakan, harus mengambil sikap penutupan taxiway Bandara APT Pranoto.

“Kami langsung mengajukan Notice To Airmen (Notam) dengan Nomor D0327/19, untuk memberitahukan dan segera disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi, bahwa taxiway tidak dapat dipergunakan sejak pukul 04.23 WITA sampai pukul 23.00 WITA.

Hal ini memang perlu dikeluarkan karena ada kondisi tertentu,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, dibeberkan Dodi, penerbangan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan Batik 7280 tidak dapat terbang.

Dan pesawat harus kembali ke apron.

5. Baru Lima Hari Diperbaiki

Persoalan sempat kembali terjadi di Bandara APT Pranoto Samarinda.

Diketahui, taxiway di Bandara APT Pranoto yang merupakan jalur keluar masuk pesawat dari runway dan apron mengelami keretakan, pada Rabu (2/10/2019).

Akibatnya, sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara APT Pranoto dibatalkan.

Namun, setelah diperbaiki sejak Rabu malam, taxiway sudah dapat dipergunakan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi mengungkapkan, perbaikan taxiway langsung dikerjakan setelah ditemukannya keretakan.

Untuk pengerjaan, dikatakan Dodi, sebelumnya pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Provinsi Kaltim dan kontraktor pelaksana.

“Langsung saya koordinasikan semalam.

Dengan Pemprov Kaltim dan PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana.

Setelah dikoordinasikan, pekerjaan perbaikan taxiway langsung dilakukan, ujar Dodi saat dihubungi awak Tribunkaltim.co melalui telepon selularnya, pada Kamis (3/10/2019), siang.

“Perlu saya sampaikan, tahap pemeliharaan masih tanggungjawab dari kontraktor pengerja sampai Desember mendatang.

Dan memang, pengerjaan perbaikan harus segera dilakukan.

Sebab, kalau tidak segera dikerjakan operasional bandara bisa terganggu.

Sebelumnya saja, sudah ada tiga penerbangan terganggu,” lanjutnya menjelaskan.

Dijelaskan pula oleh Dody, perbaikan pada taxiway Bandara APT Pranoto dilaksanakan pada Rabu (2.10/2019) pukul 17.20 WITA, sampai pada Kamis (3/10/2019), pukul 07.00 WITA.

Saat jni, dibeberkan Dodi, taxiway sudah dapat digunakan dan penerbangan serta kedatangan di Bandara APT Pranoto sudah berjalan normal.

“Setelah diperbaiki, pada pukul 07.00 WITA tadi, taxiway sudah dapat digunakan.

Sehingga, seluruh penerbangan, kedatangqn sudah lancar dan normal.

Tindakan penutupan operasional taxiway semalam, merupakan langkah kami untuk mengantisipasi adanya insiden dan melihat dari sisi keamanan penumpang pesawat,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved