Berita Nasional Terkini
Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya hingga Puan Maharani, Anggota Dewan yang Disorot Massa dalam Aksi 2025
Di tengah kekesalan ini, tiga nama menjadi sorotan utama: Ahmad Sahroni, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dan Surya Utama (Uya Kuya).
TRIBUNKALTIM.CO - Gelombang demonstrasi yang meletus di depan Gedung DPR/MPR RI sejak 25 Agustus 2025 mencuatkan ketegangan baru dalam hubungan antara wakil rakyat dan rakyat Indonesia.
Massa aksi yang menuntut transparansi anggaran dan perbaikan kinerja DPR semakin terfokus pada beberapa anggota parlemen yang dianggap tidak peka terhadap aspirasi publik.
Di tengah kekesalan ini, tiga nama menjadi sorotan utama: Ahmad Sahroni, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dan Surya Utama (Uya Kuya).
Ketiganya tak hanya dicerca dalam orasi massa, tetapi juga menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.
Baca juga: Polisi Datang, Rumah Ahmad Sahroni Sudah Habis Dijarah, Massa Ada yang Sempat Berenang
Sahroni, yang dikenal sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR, menjadi salah satu figur yang paling banyak disebut dalam demonstrasi.
Pernyataannya yang dinilai meremehkan tuntutan pembubaran DPR dan sikapnya yang terkesan arogan semakin memperburuk citranya.
Kabar tentang keberangkatannya ke luar negeri saat demonstrasi berlangsung semakin memicu kemarahan publik, dan insiden perusakan serta penjarahan rumahnya pada 30 Agustus 2025 di Tanjung Priok menambah ketegangan.
Sementara itu, Eko Patrio, yang juga Wakil Ketua Komisi VI, dianggap sebagai simbol ketidakpedulian politikus terhadap situasi yang berkembang.
Aksinya berjoget di tengah sidang tahunan MPR 2025 menuai kecaman luas, terutama setelah para demonstran menganggapnya sebagai bentuk pengabaian terhadap masalah yang sedang dihadapi rakyat.
Netizen pun semakin menyoroti sikapnya yang dianggap tidak responsif terhadap tuntutan massa.
Selain Sahroni dan Eko, nama Uya Kuya yang kini duduk di Komisi IX DPR juga tidak lepas dari perhatian.
Kritikan terhadapnya muncul setelah pernyataannya mengenai gaji yang dianggap meremehkan penderitaan rakyat miskin, serta sikapnya yang dinilai berubah sejak menjadi wakil rakyat.
Semua ini menambah daftar panjang kekecewaan publik terhadap anggota DPR, yang dianggap semakin jauh dari realitas hidup masyarakat.
Di tengah tuntutan publik yang menginginkan transparansi dan keberpihakan wakil rakyat, tiga nama anggota DPR RI menjadi figur yang paling dicari oleh massa aksi dan netizen, menyusul pernyataan dan tingkahnya yang dinarasikan terkait gaji dan tunjangan DPR hingga Rp 120 juta per bulan.
Baca juga: Rumah Ahmad Sahroni Dijarah, Massa Gondol Barang Elektronik, Drone dan Makanan, Mobil Rp1,8 M Hancur
Salah satu dari mereka bahkan mengalami perusakan dan penjarahan rumah oleh massa tak dikenal.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.