Liga Indonesia
Satgas Antimafia Bola Bertindak Usut Laga Madura United vs Persib, Robert Rene Alberts Takut
Satgas Antimafia Bola Bertindak Usut Laga Madura United vs Persib, Robert Rene Alberts Takut
Penulis: Cornel Dimas Satrio | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya Satgas Antimafia Bola turun tangan terkait dugaan kejanggalan pada laga Madura United menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu (5/10/2019).
Laga Madura United vs Persib Bandung di Liga 1 2019 memang menyisakan bumbu kontroversi terkait keputusan wasit Faulur Rosy.
Ramai diperbincangkan bahwa wasit Faulur Rosy membuat keputusan yang lebih dominan menguntungkan tuan rumah Madura United di laga itu.
• Kontroversi Faulur Rosy, Wasit yang Bikin Persib Bandung Murka, Statistiknya Untungkan Tuan Rumah
Sontak saja Persib Bandung berang, apalagi timnya dirugikan dengan hadiah penalti untuk Madura United di menit krusial.
Memang keputusan yang paling menjadi sorotan adalah yaitu proses terjadinya tendangan penalti untuk Madura United.
Madura United mendapatkan hadiah penalti dari Faulur Rosy pada menit ke-65.
Ini terjadi setelah bek Persib Bandung, Achmad Jufriyanto alias Jupe dianggap melakukan pelanggaran kepada Diego Asis di dalam kotak penalti.
Namun dilihat lebih jelas, sentuhan dari pemain Persib Bandung sebenarnya sangat minim.
Melansir TribunWow.com dari vikingpersib.co.id, meski merasa kecewa dengan keputusan wasit Faulur Rosy, Robert Alberts lebih memilih untuk diam.
Mengetahui Satgas Antimafia Bola turun tangan, respon mengejutkan datang dari Robert Rene Alberts.
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts takut menanggapi kejadian di laga kontra Madura United.
Alasannya, yakni Robert Rene Alberts tidak ingin kembali mendapatkan hukuman jika nantinya salah dalam berbicara atau dalam berkomentar.
"Saya tidak mau berbicara karena takut salah menyampaikan sesuatu dan mendapat hukuman," ujar Robert Rene Alberts.
Bukan tanpa sebab Robert Rene Alberts takut berkomentar banyak
Robert Rene Alberts pernah disanksi saat berkomentar ketika masih jadi juru taktik PSM Makassar.
