Menkopolhukam Wiranto Ditusuk
3 Ujian yang Dihadapi Wiranto, jadi Korban Penusukan, Cucu Meninggal, Anak Wafat di Luar Negeri
Kamis 10 Oktober 2019, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, menjadi korban penusukan.
"Saya mendapatkan kabar cucu saya meninggal dunia karena kecelakaan. Usia 1 tahun 4 bulan sedang main-main di kolam ikan ternyata terpeleset dan dia nggak tertolong," ujar Wiranto, seperti yang TribunNewsmaker kutip dari Tribunnews.
Meski berduka, Wiranto tak mau berlarut-larut dalam kesedihan.
Wiranto yakin cucunya yang masih kecil mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
"Bersedih boleh tapi jangan berlebihan. Yang penting kita mendoakan kepada Allah SWT, ini anak belum banyak dosa, kita syukuri. Bisa istirahat bisa menghadap Allah," kata Wiranto.
Jenazah Achmad Daniyal Alfatih dimakamkan di Karanganyar, Jawa Tengah pada Jumat 16 November 2018 lalu.
3. Putra bungsu Wiranto meninggal dunia di luar negeri
Sebelum kehilangan sang cucu, Wiranto harus menerima kenyataan pahit.
Putra bungsunya, Zaenal Nurrizki, meninggal dunia ketika berada di Afrika Selatan.
Zaenal Nurrizki diketahui meninggal dunia karena sakit.
Usia Zaenal Nurrizki kala itu masih sangat muda yakni 23 tahun.
Tak hanya itu, Zaenal Nurrizki juga baru beberapa bulan menikah sebelum akhirnya meninggal dunia karena sakit.
Putra bungsu Wiranto kala itu sedang memperdalam ilmu agama di sekolah tinggi ilmu Islam di Johannesburg, Afrika Selatan.
Wiranto sendiri kala itu tak mengetahui kalau sang putra meninggal dunia lantaran sedang bertugas di Timor Timur.
“Saat saya tugas di Timor Timur, saya tidak tahu anak saya meninggal dunia.
Waktu itu almarhum terlambat dibawa ke rumah sakit, mobil dinas saya dibawa ke bengkel, di markas. Itu pengorbanan, kita tidak senang,” cerita Wiranto, seperti yang TribunNewsmaker lansir dari Wartakotalive.
• Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Fahri Hamzah Sorot Pelaku, Rocky Gerung Tekankan 2 Hal Penting
• Ali Mochtar Ngabalin Sebut Penusukan Menkopolhukam Wiranto Pertama Dalam Sejarah, Brutal dan Biadab
(*)