Jumat, 24 April 2026

Peringatan Dini BMKG, Berlaku Hingga Minggu (13/10/2019), Typhoon Hagibis, Gelombang Capai 4 Meter

BMKG merilis peringatan dini untuk gelombang tinggi akibat badai Typhoon Hagibis, peringatan berlangsung hingga Minggu (13/10/2019)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
ABC News
Detik-detik Mencekam Kapal Viking Sky Mogok di Tengah Lautan dan Dihantam Badai Besar 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak peringatan dini dari BMKG berlaku hingga Minggu (13/10/2019), Gelombang Bisa Capai 4 Meter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG merilis peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.

Hal ini merupakan dampak tidak langsung Typhoon Hagibis yang melanda sejumlah wilayah di Jepang.

Hujan Petir dan Angin Kencang Selama Peralihan Musim Kemarau ke Musim Hujan, Ini Imbauan BMKG Berau

Usai Gempa, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Maluku, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Hanya Selang 3 Menit, 2 Gempa 5,2 SR dan 4,6 SR Guncang Ambon, BMKG Tanggapi Isu Gempa Besar

Kepala Sub Bidang Iklim dan Cuaca BMKG, Agie Wandala mengatakan, Typhoon Hagibis merupakan siklon tropis yang saat ini terjadi di belahan bumi utara.

"(Lokasinya) cukup jauh dari Indonesia, sehingga dampaknya adalah dampak tidak langsung," ujar Agie, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan radius rata-rata mencapai 150-200 km.

Rilis peringatan dini gelombang tinggi mencapai 4 meter ini berlaku hingga Minggu (13/10/2019).

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada.

Diketahui, terdapat Typhoon Hagibis 925 hPa di Samudera Pasifik selatan Jepang.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 3 - 15 knot.

Sementara di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 5 - 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten, Laut Jawa bagian timur, Perairan selatan Banjarmasin.

Juga di Selat Lombok bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Sulawesi Selatan, Laut Arafuru bagian timur, dan Perairan selatan Merauke.

Kondisi ini dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Tinggi gelombang 1.25 - 2.50 m (Sedang) berpeluang terjadi di:

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved