Selasa, 9 Juni 2026

Meski Ada OTT KPK, Kantor Milik Pengusaha Tetap Beroperasi, Tidak Ada Penyegelan

Kantor milik Hty yang diduga terjerat Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (15/10/2019) petang tetap terbuka

Tayang:
Editor: Mathias Masan Ola
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
TETAP BEROPERASI -- Suasana kantor milil Hty yang dikabarkan terjerat Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -- Aktivitas di kantor milik Hty di jalan Sultan Syahrir, Kelurahan

Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan tetap berjalan normal, Rabu (16/10/2019).

Kantor milik Hty yang diduga terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

(KPK), Selasa (15/10/2019) petang tetap terbuka.

Tidak ada tanda-tanda penyegelan seperti yang diberitakan sebelumnya.

Supir-supir angkutan material terlihat keluar masuk dari garasi PT HTT ini.

Tribunkaltim.co, mencoba mengkonfirmasi kepada salah satu pegawai di meja depan kantor namun enggan berkomentar.

"Waduh saya tidak bisa ngomong apa-apa, lagi tidak ada di kantor (Hty)," ujar salah satu pegawai.

Kendati demikian, ia mengaku aktivitas perusahaan tetap berjalan. Perusahaan yang bergerak di bidang

penyediaan beton cor (ready mix) ini tetap melayani pemesanan.

Salah satu supir yang diketahui bernama Albar mengaku tidak ada aktivitas terganggu akibat kabar tersebut.

Pihaknya tetap mengantar material ke jalan poros Samarinda-Kutai Timur.

"Masih kok, ini masih muat (material) ke Teluk Pandan sana," ujarnya.

Sementara supir truk lainnya, Takur-bukan nama sebenarnya mengaku saat Selasa (15/10) petang melihat

banyak tamu datang ke kantor. Mereka di kantor PT HTT hingga sore. "Kemarin memang ada orang banyak

datang ke kantor. Katanya bos rapat, tapi sampai sore ini jarang," ujar Takur.

Tribunkaltim.co, mencoba mengkonfirmasi kediaman milik Hty di jalan Gunung Putri, Kompleks

Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.

Hty diketahui memiliki dua rumah berukuran lebih besar ketimbang rumah lainnya di satu kompleks perumahan.

Dua rumah tersebut bersebelahan, namun hanya satu rumah yang terlihat ditempati.

Rumah besar lantai satu ini memiliki 4 mobil, tiga mobil jenis suv dan satu jenis sedan.

Namun, hingga beberapa saat tak kunjung keluar dari balik pintu rumah. "Itu dua rumah punya dia (Hty)

yang banyak mobilnya," ujar petugas keamanan kompleks perumahan ini. (m09)

Diberitakan sebelumnya, kabar tentang adanya OTT KPK yang melibatkan salah satu pengusaha

asal Bontang berinisial HTY dibenarkan oleh pejabat tinggi di Bontang.

Sumber TribunKaltim.co, yang juga pejabat tinggi di Kota Bontang mengatakan pihaknya mengaku

mendapat informasi tersebut dari rekannya.

Pihaknya mengaku ruangan kerjanya disegel oleh petugas.

"Tadi sore saya dapat informasi, ruangan kerjanya katanya disegel," ujar salah satu pejabat tinggi ini kepada TribunKaltim.co, Rabu (16/10/2019) malam.

Selanjutnya TribunKaltim.co mencoba mengorek informasi lebih dalam dari pejabat tinggi bersangkutan.

Hanya saja, pejabat tinggi Bontang tersebut tak tahu mendalam terkait OTT KPK yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Yang jelas jam 18.00 Wita tadi memang saya dapat informasinya," ujarnya.

Sementara itu, TribunKaltim.co kembali menggali informasi ke sumber lainnya.

Informan yang tak ingin disebut namanya pun membenarkan aksi tangkap tangan tersebut.

 Menurut dia, OTT yang dilakukan KPK terkait proyek peningkatan jalan trans Samarinda-Kutai Timur dengan skema Multi Years Contract (MYC).

Kabarnya, saat ini pengusaha asal Bontang berinisial HTY sudah digelandang ke Polda Kaltim.

"Iya memang ada," ujar sumber yang enggan disebut namanya.

Pantauan TribunKaltim.co ke kantor HTY di Jalan Sutan Syahrir nomor 15, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur dalam kondisi sepi.

Pintu kaca tampak gelap.

Ruangan kerja tak bisa dilihat karena penerangan sangat minim di dalam ruangan.

Kantor PT HTT diduga milik HTY yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (15/10/2019) petang.
Kantor PT HTT diduga milik HTY yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (15/10/2019) petang. (Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan)

Di halaman rumah, mobil pajero hitam diduga milik HTY tengah terparkir.

Tidak ada petugas pengamanan terlihat.

Rumah dan kantor ini memiliki halaman luas di sebelah bangunan.

Puluhan mobil truk terparkir rapi di dalam garasi PT Harlis Tata Tahta (milik HTY).

 TribunKaltim.co juga mencoba menggali informasi ke rumah lain diduga milik HTY di jalan Belian, RT 16, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur

Kantor PT HTT diduga milik HTY yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (15/10/2019).
Kantor PT HTT diduga milik HTY yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (15/10/2019). ((Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan))

Kantor PT HTT diduga milik HTY yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (15/10/2019) petang tadi. (Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan)

Rumah lantai 2 di dalam gang ini pun terlihat kosong.

Tak ada tanda-tanda dihuni oleh pemiliknya.

Tetangga HTY juga mengaku sudah lama tak melihat pemilik rumah ada sejak lama. (m09)

BACA Juga;

Fakta OTT KPK di Kalimantan Timur, Respon Gubernur, Kontraktor Bontang, dan Proyek Jalan Rp 155 M

BREAKING NEWS KPK OTT Kontraktor dan Staf BPJN Diduga Terkait Proyek Jalan Samarinda-Bontang

Maju Pilkada Bontang, Adi Darma Beberkan Visi Misi Bersama Basri Rase, Daftar ke Gerindra dan PKB

Dukung Terwujudnya Kota Layak Anak, Pupuk Kaltim Terima Penghargaan dari Pemkot Bontang

Program Pro Pendidikan Pemkot Bontang Bagikan Paket Seragam, Tas dan Sepatu Sekolah Gratis

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved