Di Mata Jusuf Kalla, Bukan Dirinya yang Mengguncang Indonesia saat Tsunami Aceh, tapi Najwa Shihab
Musibah tsunami Aceh tahun 2004 lalu ternyata menyimpan kenangan bagi Najwa Shihab dan Jusuf Kalla
TRIBUNKALTIM.CO - Musibah tsunami Aceh tahun 2004 lalu ternyata menyimpan kenangan bagi Najwa Shihab dan Jusuf Kalla.
26 Desember 2004 lalu, gelombang tsunami menghantam Aceh.
Rakyat Indonesia menangis melihat ibu pertiwi dilanda musibah besar.
Baca juga:
Kesaksian Sofyan Djalil Tidur dengan Uang Rp 10 Miliar karena Perintah Jusuf Kalla, Untuk Apa?
Rekam Jejak Karier Jusuf Kalla, Sukses Bersama SBY dan Jokowi, dan Beber Penyebab KO Bersama Wiranto
Menteri Era SBY Ini Beberkan Tips dan Trik Jusuf Kalla jadi Juru Runding GAM, Bahas Dasi Sampai Mata
Jusuf Kalla Bandingkan Perbedaan jadi Wapres Jokowi dan SBY, Lihat Reaksi Najwa Shihab
Kisah seputar tsunami Aceh tersebut diungkap melalui program Mata Najwa bertajuk Terima kasih Pak JK, Rabu 16 Oktober 2019.
Najwa Shihab pun menceritakan kenangan mengenai tsunami Aceh bersama Jusuf Kalla.
Jelang akhir masa jabatannya, peran Jusuf Kalla juga dibahas dalam program Mata Najwa.
Hingga akhirnya terungkap kenangan peran Jusuf Kalla yang paling berkesan yakni ketika terjadi bencana tsunami Aceh tahun 2004 silam.
Musibah tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 lalu terjadi masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ).
Kala itu, Jusuf Kalla menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Jusuf Kalla pun mengungkap kekagumannya akan sosok Najwa Shihab yang kala itu meliput bencana tsunami di Aceh.
Awalnya, Najwa Shihab membahas peran Jusuf Kalla dalam menangangi tsunami Aceh 2004 silam.
Najwa Shihab turut serta dengan JK dan rombongan ke Aceh dan menjadi reporter pertama yang melaporkan bencana tersebut ke rakyat Indonesia.
"Ada begitu banyak kenangan, salah satu kenangan terdalam saya Pak Jusuf Kalla juga ketika tsunami Aceh karena meliput bersama Bapak, saya pulang juga dijemput Bapak waktu itu," kata Najwa Shihab.
"Pergi dan pulang," sahut Jusuf Kalla.
"Pergi dan pulang Bapak JK, dan saya menyaksikan sendiri bagaimana Pak JK mengomando secara detail. Dengan ketenangan yang begitu melegakan di tengah situasi yang begitu chaos," sambung Najwa Shihab.
Baca juga:
Setelah Pukul Anggota TNI Yonzipur Hingga Berdarah, Preman Tantang Polisi Tembak Kepalanya
Akui Prabowo Cerdas, Rocky Gerung: Masuk Kabinet, Jadi Orang Kedua di Pemerintahan Secara Politik
Update CPNS 2019, Jadwal Seleksi CPNS Dirilis, Pendaftaran Dibuka tak Lama Lagi
Kisah Patah Hati Polwan Cantik, Pergoki Tunangan Selingkuh, Ratu Tak Bersaing dengan Penggoda
Jusuf Kalla pun menceritakan kenangannya saat pertama mendengar kabar bencana yang awalnya ia dikira hanya gempa.
"Waktu pertama itu saya mendapat laporan ada gempa di Aceh," cerita Jusuf Kalla.
"Saya hubungi gubernur, gubernurnya di Jakarta."
"Hubungi panglima polisi, tidak ada hubungan sama sekali, karena itu saya minta Pak Sofyan, 'Pak Sofyan, hari ini ke Aceh dengan rombongan'."
"Saya kasih pesawat saya itu ke Aceh, tengah malam dia telepon balik, siangnya ada korban 11 orang, naik sampai 50, sore-sore naik sampai 100."
"Malam saya telepon 'Pak korban ini kira-kira 5.000'," sambung JK.
Jusuf Kalla lantas menceritakan keesokan harinya ia langsung memutuskan berangkat ke Aceh.
"Saya menangis melihat bagaimana jenazah bergelimpangan," cerita JK.
Namun di mata Jusuf Kalla, yang mengguncang Indonesia bukanlah peran dirinya, melainkan reportase Najwa Shihab.
"Tapi sebenarnya yang mengguncangkan Indonesia bukan saya, Anda Nana. Dengan siarannya yang sambil menangis terisak, dan seluruh orang Indonesia syok, ternyata begitu keadaannya," tutur JK.
Laporan wanita yang akrab disapa Nana itu merupakan reportase pertama yang tayang di stasiun televisi nasional.
Simak salah satu reportase Najwa Shihab pasca tsunami Aceh:
"Tidak ada yang menyangka waktu itu bencananya akan sedemikian besar. Bencana terdahsyat abad ini," ujar Najwa Shihab.
JK kembali memuji Najwa Shihab.
"Andalah yang paling hebat pada waktu itu," puji JK diiringi tepuk tangan hadirin.
Baca juga:
Jusuf Kalla Beberkan Bedanya jadi Wapres Jokowi dan SBY, JK Singgung Soal Gaya Kepemimpinan
Pensiun untuk Kedua Kalinya, Wapres Jusuf Kalla Mengaku Bosan, Tinjau Kembali Bisnisnya
Jusuf Kalla Anggap Penerbitan Perppu KPK Merupakan Jalan Terakhir
Dilema Penerbitan Perppu KPK oleh Jokowi, Ditolak Jusuf Kalla, Direspon Negatif Partai Koalisi
Najwa Shihab mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih Pak JK, tidak ada apa-apanya dibanding Pak JK, hanya melaporkan, hanya melaporkan, tapi yang mengendalikan situasi saat itu Pak Jusuf Kalla," ucap Najwa Shihab.
(TribunNewsmaker.com/*)