Direndahkan oleh Sesama Ibu? Begini Caranya Melawan Mom Shaming!

Hujatan yang diterima oleh seorang ibu dikenal dengan istilah “ mom shaming”. Pada dasarnya ini juga merupakan bentuk perundungan (bullying).

Direndahkan oleh Sesama Ibu? Begini Caranya Melawan Mom Shaming!
ISTOCK
Direndahkan oleh Sesama Ibu? Begini Caranya Melawan Mom Shaming! 

TRIBUNKALTIM.CO -- Menjadi seorang ibu bisa jadi hal yang sulit, apalagi ditambah dengan komentar merendahkan dari sesama ibu lain pada banyak hal yang dilakukan. 

Hujatan yang diterima oleh seorang ibu dikenal dengan istilah “ mom shaming”. Pada dasarnya ini juga merupakan bentuk perundungan (bullying). 

Dalam survei online yang dilakukan aplikasi untuk ibu hamil, Hallobumil pada September 2018 lalu terhadap 574 ibu terungkap, seluruh responden pernah mengalami mom shaming.

Pola makan atau berat badan anak menjadi topik yang paling banyak dikritik. Disusul oleh topik mengenai pemberian ASI atau susu formula, dan metode ibu dalam menerapkan kedisiplinan.

Kebanyakan responden mengalami mom shaming secara langsung dan dalam kondisi yang privat, misalnya oleh ibu atau mertua, selebihnya terjadi di media sosial.

Sebanyak 7 dari 10 responden mengaku bahwa kejadian mom-shaming ini semakin meningkat sejak adanya media sosial karena setiap orang bisa bersembunyi di balik akun anonim.

“Mom shaming biasanya berbentuk nasihat dari orang yang (merasa) lebih berpengalaman. Namun cara penyampaian yang tidak tepat, menimbulkan kesan negatif dan membuat korban merasa buruk atau bersalah atas pilihan yang telat dibuatnya,” kata psikolog Dessy Ilsanty M.Psi.

Seperti semua jenis perundungan, mom shaming juga berpengaruh negatif pada kondisi mental seorang ibu.

Memang ada ibu yang kemudian berusaha menggali informasi tentang pola asuh dan kesehatan bayinya, tapi mayoritas merasa malu sehingga mereka merasa perlu untuk mengubah gaya asuh mereka.

Ada juga ibu yang merasakan tekanan mental. Padahal, persiapan kehamilan hingga periode pemberian ASI, dibutuhkan kondisi mental yang stabil dan tidak tertekan.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved