Sosialisasi Penyesuaian Iuran, BPJS Kesehatan Samarinda Beri Kuliah Umum di Kampus UMKT

Kami memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait penyesuaian iuran BPJS Kesehatan yang akan diterapkan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Sosialisasi Penyesuaian Iuran, BPJS Kesehatan Samarinda Beri Kuliah Umum di Kampus UMKT
Tribun Kaltim
Oktovianus Ramba, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Samarinda dan Sekretaris Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi UMKT, Ns. Maridi M. Dirdjo, saling menyerahkan cenderamata sebelum kuliah umum dimulai. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- BPJS Kesehatan Cabang Samarinda menyasar kalangan perguruan tinggi di Kota Samarinda untuk sosialisasi penyesuaian iuran yang akan diberlakukan pemerintah, dalam waktu dekat.

Ini diawali dengan kuliah umum di kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) di Samarinda, Jumat (18/10/2019). Kuliah umum diikuti ratusan mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan & Farmasi UMKT. Selanjut pekan depan, Senin (28/10/2019), dilaksanakan di Kampus Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda.

"Kami memberikan materi terkait asuransi kesehatan kepada mahasiswa secara umum. Yang terpenting adalah ini sosialisasi atau memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait penyesuaian iuran BPJS Kesehatan yang akan diterapkan oleh pemerintah dalam waktu dekat," ungkap Oktovianus Ramba, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Samarinda.

Melalui kuliah umum ini, jelasnya, BPJS Kesehatan memberi memberi masukan agar mahasiswa mempunyai informasi atau pengetahuan yang berimbang tentang penyesuaian iuran yang itu sudah sangat mendesak diterapkan, dalam rangka memastikan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini kontinyu berlanjut.

Menurut Oktovianus, dalam penyesuaian iuran itu, justru hal-hal yang dikhawatirkan mengenai kelompok masyarakat yang tidak mampu atau miskin, sebenarnya tidak berdampak. Sebab untuk masyarakat yang tidak mampu, sudah bisa diselesaikan melalui pemerintah dengan membayarkan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jadi pemerintah yang membayarkan iuran bagi masyarakat yang miskin atau tidak mampu. Begitu pula bagi kalangan pekerja tidak terlalu bermasalah. Sebab yang naik iurannya adalah pada level top management. Sedangkan karyawan dengan gaji di bawa Rp 8 juta tidak mengalami perubahan berarti.

Yang berubah adalah segmen peserta mandiri. Namun kenaikan ini jika dibandingkan dengan manfaat yang diterima dan besar nominalnya itu, masih seimbang. Jika nantinya tidak mampu membayar penyesuaian iuran yang ada, maka dimungkinkan turun kelas iuran. "Jika tidak mampu membayar sama sekali, maka diusulkan pindah ke segmen PBI yang dibayarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dengan penyesuaian iuran ini, yang berdampak justru pada pemerintah sendiri karena mereka akan menambah anggaran subsidi untuk menutupi selisih kekurangan iuran, juga subsidi untuk segmen PBI, PNS, TNI-Polri," tuturnya.

Berapa jumlah peserta mandiri di lingkup BPJS Cabang Samarinda, Oktovianus tidak ingat jumlah persisnya. Namun menurutnya, jumlah peserta mandiri lebih sedikit dibandingkan segmen lainnya dan dalam hal biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan segmen mandiri yang tertinggi. Untuk diketahui, penyesuaian iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri yakni kelas 3 naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa, kelas 2 naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa, dan kelas 1 naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa.

Menurut Sekretaris Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi UMKT, Ns. Maridi M. Dirdjo, kuliah umum ini sangat berguna bagi mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat. "Mahasiswa ini kan merupakan calon-calon tenaga kesehatan dan mereka yang nantinya bersentuhan langsung dengan pasien. Jadi, pengetahuan tentang BPJS Kesehatan dan JKN-KIS sangat penting bagi mereka, sehingga ketika berinteraksi dengan masyarakat, mereka dapat memberi pemahaman yang benar tentang JKN-KIS ini," ujarnya.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved