Kamis, 11 Juni 2026

Hari Santri Nasional

Antusiasme Mondok di Ponpes Modern Al-Muttaqien Terus Meningkat

Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Muttaqien berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan agama yang berkualitas bagi generasi muda.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/ANNISA NURSUCI RHAMADANI
Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebagai salah satu institusi pendidikan Agama Islam di Balikpapan, Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Muttaqien berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan agama yang berkualitas bagi generasi muda.

Didirikan pada tahun 2004 oleh alm KH Mohammad Anas Muchtar, kini pimpinan ponpes ini diasuh Imam Taufiq Syahrul.

Taufiq memimpin pondok pesantren sejak tahun 2017 atau sejak alm KH Mohammad Anas Muchtar wafat.

Ditemui Rabu (16/10/2019), Taufiq berbagi cerita tentang aktivitas di Pondok Pesantren asuhannya tersebut.

“Banyak sekali santri dari suku dan orangtua dengan karakter yang bermacam-macam. Anak-anak pun datang ke sini dengan karakternya sendiri-sendiri yang dibawa dari rumah, itu yang kami coba untuk satukan. Kami beritahu mereka kalau di sini, semua bersaudara,” ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan, kehidupan di pondok pesantren sudah selayaknya sebagai kakak dan adik. Tinggal berdampingan selama dua puluh empat jam setiap hari, tentu dibutuhkan sikap saling menghargai.

Ia menilai, kebiasaan anak-anak sebelum datang ke pondok bermacam-macam. Ada yang suka bermain, anak rumahan, dan lain-lain. Begitu menyatu di pondok, orangtua harus memahami karakter anak-anaknya.

Tak ayal, dari beragamnya karakter tersebut, sering timbul gesekan-gesekan antar santri. Terlebih bagi santri yang baru menempati pondok pesantren.

Bahkan, tak hanya santri, namun gesekan tersebut juga terasa sampai di orangtua yang tersinggung dan tidak menerima anaknya berselisih dengan santri lain.

Untuk itulah, Taufiq selalu menekankan pentingnya persaudaran tidak hanya bagi penghuni pondok, namun ia juga menyampaikan kepada orangtua santri.

Pondok Pesantren Modern Al-Muttaqien dihuni sebanyak 700 lebih santri, yang terdiri dari santri putra dan santri putri.

Mayoritas santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren ini 80 persen berasal dari kota Balikpapan, dan 20 persen asal luar daerah seperti Nunukan, Sangatta, dan Tarakan.

Untuk jenjang pendidikannya sendiri terdiri dari TK hingga SMK. Namun, santri mulai diwajibkan untuk tinggal di asrama pondok saat SMP dan SMK.

Pada jenjang SMK, Ponpes (Pondok Pesantren) Al-Muttaqien memiliki tiga jurusan, yaitu Multimedia, Perbankan Syariah, dan Teknik Pengelasan.

Kapasitas kamar santri putra dan putri yang disediakan Ponpes pun berbeda. Taufiq berujar, “Untuk (kamar) putri, hampir rata-rata sekamar diisi 15 orang dan ada satu sampai dua kamar yang isinya tiga puluh orang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved