UMK Balikpapan

UMK Balikpapan di Atas Rp 2,9 Juta, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Masih Tunggu Tim Pengupahan

Meski begitu, di Kota Balikpapan kenaikan UMK masih menjadi bahasan oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

UMK Balikpapan di Atas Rp 2,9 Juta, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi Masih Tunggu Tim Pengupahan
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Upah Minimum Provinsi ( UMP ) 2020 Naik 8,51 Persen 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2020 dipastikan mengalami kenaikan.

Meski begitu, di Kota Balikpapan kenaikan UMK masih menjadi bahasan oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi.

Dalam kesempatannya saat ditemui wartawan Tribunkaltim.co, Rizal mengatakan ia masih menunggu untuk bisa menetapkan UMK. "Kita masih menunggu dari tim pengupahan, yang jelas tidak boleh di bawah UMP.UMK sendiri nominalnya harus minimal sama atau di atas UMP, jadi kita tunggu dulu ya" ujar Rizal, Senin (21/10/19).

Peningkatan nilai UMP/UMK dihitung berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan ekonomi (PDB) dan data inflasi.

Meskipun UMP telah ditetapkan kenaikannya sebesar 8,51 persen, namun Rizal belum bisa memastikan nilai kenaikan UMK."Mengenai berapa persen kenaikannya saya belum tahu, saya juga belum dilaporin, nanti saya cek dulu," tambah Rizal.

Sementara Upah Minimum Kabupaten/Kota sudah harus ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada 21 November 2019.

UMP dan UMK yang telah ditetapkan rencananya akan diberlakukan terhitung mulai 1 Januari 2020.

Sementara itu sebelumnya, jumlah Upah Minimum Provinsi atau UMP tahun 2020 telah diputuskan naik oleh Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) Jumlah kenaikan UMP 2020 tersebut mencapai 8,51 persen.

Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) memutuskan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi ( UMP ) tahun 2020 sebesar 8,51 persen.

Dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019,kenaikan 8,51 persen itu berlaku untuk seluruh provinsi RI.

Dalam surat edaran itu juga disebutkan, angka 8,51 persen didasarkan pada data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional 2019. Data Badan Pusat Statistik ( BPS ) menyebut, inflasi nasional sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) sebesar 5,12 persen.

Dari perhitungan tersebut kementerian menyebutkan UMP Kalimantan Timur dari sekitar Rp 2.747.561 menjadi sekitar Rp 2.981.378 pada 2020. (m11)

Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved